Upah IX Minta Polisi Usut Dugaan Ambulans Bawa Batu untuk Pendemo

JAKART A – Wakil Ketua Bayaran IX DPR, Melki Laka Lengah, meminta polisi menindak tegas secara hukum semua pihak yang diduga menjadikan mobil ambulans menjadi alat pengangkut batu untuk logistik pendemo tolak UU Omnibus Law Membangun Kerja.

Melki mengungkapkan, polisi harus mengusut dugaan itu lantaran ambulans telah bergeser fungsi menjadi salah satu bagian dari terjadinya demo anarkis.

“Kepolisian harus menindak tegas secara adat semua pihak, mulai dari dengan menggunakan, hingga pemilik ambulans dengan dialihfungsikan dari fungsi sosial menjadi media berlindung untuk melakukan kekejaman, ” kata Melki Laka Cuai, dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, semua pihak tidak diperbolehkan menyalahgunakan kegiatan sosial dari ambulans menjadi jalan berlindung melakukan kejahatan, terlebih lagi menjadikan ambulans sebagai media kebijakan yang salah.

“Kepada siapapun pemilik mobil ambulans itu, mau itu kelompok politik bahkan para politisi sekalipun. Harus ditindak secara hukum kalau menjadikan mobil ambulans sebagai jalan politik yang salah, ” ujar Melki.

Sebab itu, Melki meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Azis terkhusus kepada Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pemilik, serta pihak terlibat dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Penjaga: Ambulans yang Diamankan di Menteng Diduga Bawa Batu untuk Pendemo

Pasalnya, hal itu buat mengungkap dugaan apakah adanya jalan penunggang dalam unjuk rasa anarkis penolakan terhadap Omnibus Law Peraturan Cipta Kerja di Indonesia sepekan terakhir.

“Harus diusut siapa pemilik dari ambulans itu dan siapa saja bagian yang terkait atas pengalihan fungsi ambulans itu. Bisa saja tersebut berkaitan dengan dugaan penunggang aktivitas unjuk rasa anarkis tolak Omnibus Law, ” ujar Melki.

Baca Pula: Komnas PA: Jangan Eksploitasi Anak dalam Unjuk Menemui

(erh)