Tutor SMP Nekat Merakit Senjata Api Ilegal

SURABAYA – Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan AR alias GR bin H atas terkaan kepemilikan senjata api (senpi) gelap. Dari tangan warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Sebal tersebut, polisi mengamankan 3 pucuk senpi rakitan dan 681 peluru tajam bermacam-macam kaliber.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengutarakan, tersangka AR (23) dengan berprofesi sebagai guru SMP Swasta di Malang itu telah merakit senpi secara ilegal sejak Februari 2021 hingga ditangkap pada Kamis (22/4/2021).

“Tersangka membuat senjata airsoft gun merek Baikal Makarov menjadi senpi jenis kesesuaian pendek kaliber 22 mm, kaliber 38 mm & kaliber 9 mm, ” kata Gatot di Mapolda Jatim, Jumat (23/4/2021).

Baca juga:     Gunakan Senpi Rakitan saat Beraksi, Residivis Curanmor Ditangkap

Selain itu, tersangka juga sudah membuat senjata rakitan macam Revolver kaliber 38 mm dengan menggunakan senjata airsoft gun atas pesanan konsumen. Sejak Februari 2021 mematok ditangkap, tersangka telah membikin sebanyak tujuh pucuk senjata api dengan biaya Rp3, 5 juta hingga Rp6, 5 juta.

“Dalam membuat senjata elektrik tersebut, tersangka menggunakan bervariasi macam peralatan bengkel, ” ujar Gatot.

baca juga:     Polisi Tangkap Pria Membiarkan Tembakkan di Bandung

Peralatan bengkel yang digunakan antara lain, pesawat bubut mini, bor bersandar, bor tangan, gerinda, kikir, las karbit dan las listrik. Semua peralatan tersebut kini sudah diamankan Polda Jatim sebagai barang fakta. Dalam kasus ini, simpulan dijerat Pasal 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana merakit, membuat, menyimpan, menguasai dan membawa senjata obor tanpa dilengkapi dengan sertifikat yang sah dengan kerawanan hukuman penjara 20 tarikh.

Gatot melahirkan, keahlian tersangka merakit senpi didapat secara otodidak. Sekitar ini pihaknya belum bisa menjelaskan secara lugas penyediaan senpi rakitan tersebut sebab kasus masih dikembangkan berhubungan Densus 88 Mabes Polri.

“Masih kita dalami dari mana-mananya serta kemana senjata api (dijual) tersebut, ” tandas Gatot.

(wal)