Tukang Bicara Taliban: Warga Afghanistan Tidak Boleh Takut

AFGHANISTAN – Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengucapkan warga Afghanistan tidak perlu takut. Hal ini diungkapkan Shaheen saat wawancara secara CNN pada Senin (16/8).

Saat tersebut Christiane Amanpour dari CNN bertanya kepada Shaheen barang apa yang akan dia katakan kepada warga Afghanistan dengan “ketakutan” dan “putus duga untuk diterbangkan keluar daripada Afghanistan” karena takut itu akan menjadi sasaran Taliban karena telah bekerja secara organisasi internasional. kekuatan pada masa lalu.

Shaeen menjawab orang-orang itu “tidak boleh gamang. “

“Jaminan kami, pernyataan resmi saya memastikan bahwa mereka tak akan membahayakan harta substansi, kehormatan, dan kehidupan mereka. Itu adalah komitmen saya… dan mereka dapat melihat sekarang di distrik… seluruh orang yang menjalani kehidupan normal mereka. Sekolah-sekolah aktif. Kantor-kantor buka. Dan para pengusaha melakukan perdagangan dan bisnis mereka. Jadi ini adalah contoh praktis kita. Jadi mengapa mereka kecil? Mereka tidak boleh kecil, ” terangnya.

(Baca juga: Rusia: Presiden Afghanistan Pergi secara 4 Mobil dan 1 Helikopter yang Dipenuhi Kekayaan Tunai)

Ditanya tentang pos penelitian yang sedang didirikan serta ketakutan di antara itu yang mungkin dikenal telah membantu pasukan internasional kalau Taliban akan datang ke rumah mereka dan menyinggung mereka, Shaheen mengatakan kalau pos pemeriksaan adalah tindakan keamanan.

“Tentang pos-pos pemeriksaan, itu untuk mencegah ketidakamanan bahwa awak, pencuri, dan penculik tidak melakukan apa yang ingin mereka lakukan, ” katanya.

“Pos pemeriksaan adalah untuk keamanan asosiasi. Pos pemeriksaan ini tidak didirikan untuk mengganggu orang, ” lanjutnya.

(Baca juga: Ratusan Orang Terlihat Putus Kira Berdesakan Naik Pesawat dalam Bandara Kabul)

Saat ditanya tentang perlakuan Taliban terhadap wanita, apa yang dapat mereka jamin bagi wanita di hal membiarkan mereka menjaga hak dan kebebasan yang telah mereka peroleh selama 20 tahun terakhir, Shaheen mengatakan bahwa perempuan dan anak perempuan akan kabur ke sekolah, sebagai guru, sebagai siswa.

“Jadi Anda akan melihatnya. Dalam beberapa hari. Itulah harapan saya, ” ujarnya.

(sst)