Transformasi TNI dari Masa ke Era

JAKARTA – 5 Oktober menjadi hari paling bersejarah bagi kebulatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pokok merupakan momentum hari jadi buat seluruh pasukan loreng. Tepat keadaan ini genap memasuki usia ke-75 tahun.

Menjelma saksi lahirnya Bangsa Indonesia, TNI telah melalui beberapa proses perubahan hingga dewasa ini. Sejarah perjuangan Korps Militer juga tak lepas dalam meraih kemerdekaan Indonesia arah jajahan negara lain kala tersebut.

Dalam rangka peringati HUT ke-75 TNI, Okezone mencoba merangkum memori singkat melalui berbagai sumber yang ada.

Masa masa perjuangan dahulu, TNI lumrah bermula dari organisasi yang bertanda Badan Keamanan Rakyat (BKR) dengan ketika pada 5 Oktober 1945, berganti menjari Tentara Keamanan Anak buah (TKR). Singkat cerita, akhirnya dipatenkan menjadi TNI.

Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti tanda menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 26 Januari 1946, diubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Semenjak 1959, tanggal 5 Oktober ditetapkan sebagai Hari Angkatan Perang, dengan saat ini disebut sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia, yaitu keadaan nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tarikh 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa kelahiran tentara Indonesia.

Sebab saat itu di Indonesia ada barisan-barisan bersenjata lainnya. di bibir Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 15 Mei 1947, Kepala Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mengumpulkan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Masa Orde Baru

Pada masa Orde Perdana, militer di Indonesia lebih kala disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). ABRI adalah suatu lembaga yang terdiri dari bagian angkatan perang dan kepolisian negeri (Polri). Pada masa awal Sistem Baru unsur angkatan perang dikenal dengan ADRI(Angkatan Darat Republik Indonesia), ALRI(Angkatan Laut Republik Indonesia) & AURI(Angkatan Udara Republik Indonesia).

Namun sejak Oktober 1971 sebutan resmi angkatan konflik dikembalikan lagi menjadi Tentara Nasional Indonesia, sehingga setiap angkatan tutur dengan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Legiun Udara.

Era Reformasi

Setelah jatuhnya Soeharto pada tahun 1998, gerakan demokratis dan sipil tumbuh mengganti peran militer dalam keterlibatan politik di Indonesia. Sebagai hasilnya, TNI pada masa ini sudah mengalami reformasi tertentu, seperti penghapusan Dwifungsi ABRI.

Reformasi ini juga melibatkan penegak hukum dalam masyarakat sipil umum, yang mempertanyakan posisi polisi Nusantara di bawah payung angkatan bersenjata.

Reformasi itu menyebabkan pemisahan kepolisian dari militer. Pada tahun 2000, Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi kembali berdiri sendiri dan merupakan suatu entitas yang terpisah dari tentara.

Nama resmi militer Indonesia juga berubah dari Tentara Republik Indonesia (ABRI) menjelma kembali Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di bentuklah 3 peraturan perundang-undangan baru yaitu UU 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, UU no. 3 tarikh 2002 tentang Pertahanan Negara, & UU 34 tahun 2004 mengenai Tentara Nasional Indonesia.

Calon Panglima TNI zaman ini harus diajukan Presiden sejak Kepala Staf Angkatan untuk mendapat persetujuan DPR. Hak politik TNI pun dihilangkan serta dwifungsi ABRI dihilangkan.

(kha)