Survei Pospoll Indonesia: 46% Responden Yakin Poros Partai Islam Akan Terbentuk

JAKARTA – Lembaga Survei Pospoll Indonesia menyoroti kecenderungan dialog poros Partai Islam yang sempat diwacanakan sejumlah partai politik & elemen islam beberapa zaman lalu. Dari hasil survei ditemukan bahwa wacana gandar parpol Islam meraih respon publik.

Taat Direktur Eksekutif Pospoll Nusantara, Muslimin Tanja, tingkat pengetahuan atau akses publik (awareness) terhadap pemberitaan dan dialog terkait wacana koalisi gandar Islam masih rendah.

“Hanya 14, 8% responden yang menjawab pernah mendengar dan 59, 4% yang menjawab tidak atau belum mendengar artikel tersebut, ” ungkapnya dalam rilis survei bertajuk ‘Menakar Peluang Capres 2024 & Tantangan Poros Partai Agama islam, Minggu (23/5/2021).

Baca Juga:     Pilpres 2024, Anis Matta: Pembentukan Poros Partai Agama islam Akan Perlebar Polarisasi

Muslimin menjelaskan, dari 14, 8% responden yang menjawab “pernah mendengar” dialog koalisi poros islam, sebanyak 46% yang menyatakan tetap akan terbentuk poros parpol Islam, dan 43% yang menyatakan tidak yakin, dan sisahnya menjawab tidak cakap.

Lebih lanjut menurutnya, dari 14, 8% responden yang menjawab “pernah mendengar” wacana koalisi poros islam, sekitar 41, 8% responden yang menjawab kalau mereka yakin jika gandar Islam terbentuk akan memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat Islam.

Sementara, kata Muslimin, yang menjawab tidak tetap sebanyak 32, 1% dan yang menjawab tidak terlalu peduli dengan koalisi gandar islam sekitar 14, 7%. “Pilihan konstituen atau pemilih khususnya parpol islam kepada figur calon presiden tidak mengerucut ke satu tanda. Pilihan masih terbagi ke beberapa nama calon pemimpin, ” ujarnya.

Diketahui Survei Pospoll Nusantara dilakukan dengan sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan kaidah penarikan sampel acak bersusun (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan sepadan antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Dengan jumlah sampel sebanyak 1. 600 responden, margin of error +/- 2, 45% pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurutnya, unit sampling primer survei (PSU) ini adalah desa/kelurahan dengan sampel kelurahan yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia. Mengenai, proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 20 kepala 29 April 2021 melalaikan wawancara tatap muka (face to face interview) secara menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview).

Membaca Juga:     Hadir Tiga Besar Setelah Isu Kudeta Kelompok Moeldoko, Ini Respon Partai Demokrat

Selain itu, leler minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih. Di tepi itu, quality control dikerjakan terhadap hasil wawancara, yang dipilih secara random sejumlah 20% dari total sampel. Dalam quality control tak ditemukan adanya kesalahan berarti.

(Ari)