SIKM Jadi Syarat Mutlak untuk Menyelap Wilayah Jakarta

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 47 Tahun 2020 mengenai Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki warga untuk keluar atau mendalam ke wilayah Ibu Kota.

Keputusan yang diatur melalui Pergub tersebut adalah untuk menekan angka kasus Covid-19 yang juga disesuaikan dengan Surat Informasi Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020.

Anies menyebut masyarakat sebisa mungkin menunda dulu untuk hadir wilayah Jakarta apabila tidak mempunyai kepentingan seperti yang telah disebutkan dalam aturan Pergub tersebut.

“Bila Anda berencana ke Jakarta dan tidak memilki ketentuan-ketentuan yang disebutkan di sini (di laman corona. jakarta. go. id), tidak memiliki hasil ulangan (kesehatan), tunda dulu keberangkatannya (ke Jakarta), ” kata Anies pada BNPB, Jakarta Timur, Senin (25/5/2020).

Seandainya ada pihak yang memaksa, Anies mengingatkan, siapapun akan mengalami kesulitan di perjalanan. Sebab, dalam kejadian ini semua pintu keluar-masuk daripada dan menuju wilayah DKI Jakarta dijaga ketat aparat keamanan yang melibatkan unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

“Bila Anda mengeklaim, justru nanti Anda akan mengalami kesulitan di perjalanan. Mengapa pengganggu? Karena Anda harus kembali. Penelitian akan ketat, ” kata Anies.

Ia menyatakan, pihaknya bersama seluruh komponen asosiasi berkomitmen menurunkan Covid-19 agar daya yang telah dijalankan selama itu tidak menjadi sia-sia.

“Karena apabila Jakarta terkena imbas gelombang kedua penambahan Covid-19, permasalahan akan lebih sulit dikendalikan. Kita tidak ingin kerja cepat kita batal karena muncul gelombang baru penularan Covid. Kalau tersebut sampai terjadi, yang menderita adalah kita semua di Jakarta, ” ucapnya.

Sebagai informasi, dalam Pergub 47 Tarikh 2020, SIKM dapat diperoleh meniti laman resmi corona. jakarta. go. id atau bit. ly/SIKMJABODETABEK.

Baca Juga: Anies: Sejak PSBB, Jakarta Tunjukkan Kemajuan Signifikan

Mereka yang diizinkan keluar-masuk wilayah DKI Jakarta hanya mengungkung bidang kesehatan, keuangan, logistik, pabrik strategis, bahan pangan, energi, perhotelan, konstruksi, komunikasi dan teknologi informatika, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pelayanan pokok, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu.

Selain SIKM, persayaratan lain yang harus dimiliki bagi setiap warga yang hendak memasuki provinsi DKI Jakarta adalah surat informasi sehat dan dibuktikan dengan hasil tes cepat (Rapid Test) serta tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR), surat dinas dari jawatan atau perusahaan dan dokumen perjalanan lainnya seperti kartu identitas resmi.

Baca Selalu: Anies Sebut Selama PSBB 60% Warga Jakarta Berada di Panti

(erh)