Siap Klaster Baru Covid-19, Wilayah Trusmi Cirebon Akan Berlakukan PSBM

CIREBON berantakan Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), setelah ditemukannya kasus hangat pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di wilayah Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Jawatan Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, wilayah Trusmi menjelma klaster baru penyebaran Covid-19 dalam Kabupaten Cirebon, dengan 16 karakter warga dinyatakan positif terpapar virus corona. PSBM sendiri akan diterapkan di tiga desa, yakni Daerah Trusmi Kulon, Trusmi Wetan dan Wotgali.

“Hasil rapat dan koordinasi, kita bakal melakukan PSBM Di Desa Trusmi Kulon, Wetan, Wotgali, ” sekapur Eni kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).

 

Dijelaskan Eni, penularan Covid-19 di klaster Trusmi bermula masa ada seorang warga yang dinyatakan positif setelah pulang dari Tanah air Semarang. Warga ini, kata Eni, terpaksa pulang dari Kota Semarang karena jatuh sakit.

Eni melanjutkan, warga itu sempat dirawat di salah utama rumah sakit di Cirebon. Pra dirawat, dia sudah menjalani rapid test dengan hasil non-reaktif. Lulus, setelah lima hari dirawat, dia diperbolehkan pulang.

Saat berada di rumahnya, berlanjut Eni, warga ini kemudian tidak sadarkan diri dan dibawa balik ke rumah sakit. Lalu, masa dirawat kembali serta menjalani tes swab, dia kemudian dinyatakan meyakinkan Covid-19.

“Dia seorang laki-laki bekerja di Semarang. Karena di sana dia tunggal akhirnya dijemput keluarganya. Dia di bawa ke rumah sakit. Setelah lima hari, dia pulang. Akan tetapi dua hari kemudian kesadarannya mendarat dan dirawat kembali. Hasil swabnya positif. Di awal dia dalam rapid test hasilnya non-reaktif, ” jelas Eni.

Loading…