Sesi Vonis Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Akan Digelar 24 Agustus 2020

WELLINGTON kepala Sidang vonis bagi pelaku penembakan massal di masjid Selandia Pertama yang menewaskan 51 jamaah Muslim akan dimulai pada 24 Agustus. Hal itu diumumkan pengadilan Selandia Baru pada Jumat (3/7/2020).

Warga Australia Brenton Tarrant awal tahun ini mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 tuduhan percobaan pembunuhan dan mulia tuduhan melakukan tindakan teroris terpaut serangan di dua masjid pada Christchurch, pulau selatan Selandia Anyar.

Hakim Cameron Mander mengatakan persidangan diperkirakan berlangsung tiga hari, tetapi akan berlangsung selama diperlukan, demikian diwartakan Reuters .

Tarrant sudah ditahan polisi sejak 15 Maret 2019, ketika ia ditangkap & dituduh menggunakan senjata semi-otomatis untuk menargetkan umat Islam yang mendatangi sholat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre. Aksi Tarrant itu tercatat jadi penembakan massal terburuk yang pernah terjadi sepanjang sejarah Selandia Anyar.

Pria berusia 28 tahun itu telah merencanakan buat mengajukan banding terhadap dakwaannya, namun mengubah pembelaannya menjadi bersalah di Maret tahun ini.

Hakim Mander mengatakan pengaturan hendak dibuat untuk memungkinkan para objek dan anggota keluarga saat tersebut berbasis di luar negeri, & tidak dapat melakukan perjalanan ke Selandia Baru, untuk melihat interpretasi vonis dari jarak jauh.

Perbatasan Selandia Baru langgeng tertutup bagi orang asing, & warga Selandia Baru yang kembali harus tetap di karantina selama 14 hari, karena pemerintah mencari jalan membatasi penyebaran pandemi virus corona.

Penahanan Tarrant diperpanjang untuk menemukan tanggal yang sebati setelah semua pembatasan Covid-19 dicabut. Namun Mander mengatakan, menunggu transformasi kontrol perbatasan kemungkinan akan menghasilkan periode penundaan yang sangat periode.

“Finalitas dan penutupan dianggap oleh beberapa orang sebagai cara terbaik untuk membawa bantuan kepada komunitas Muslim, ” katanya.

(dka)

Loading…