Razman Mundur, Kubu AHY: Istilah Anak Milenialnya Lagi Pansos

JAKARTA – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat , Kamhar Lakumani menyatakan, sejak depan pihaknya menegaskan bahwa dengan dilakukan gerombolan GPK-PD gelap dan inkonstitusional. Bagi dengan mengerti hukum dan para organisatoris sangat mudah membaca masalah ini.

Hal itu dikatakan Kamhar menanggapi pengunduran diri Advokat Razman Cendekia Nasution sebab kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko.

“Cukup jelas dan benar benderang alat yang dijadikan sebagai instrumen penilaian yaitu UU Partai Politik & Konstitusi Partai Demokrat buatan Kongres V Jakarta tahun 2020, ” katanya masa dihubungi, Jumat (2/4/2021).

Baca juga:   Razman Mundur, Kubu Moeldoko: Mana yang Tidak Berpengaruh Akan Terseleksi secara Alamiah

“Menjadi rabun dan remang-remang, hanya oleh mereka yang syahwat politiknya tak terkendali, dan untuk mereka-mereka yang selalu menjadi petualang politik dengan memakai situasi untuk kepentingan karakter. Istilah anak milenialnya (lagi) Pansos panjat sosial. Tercampak publik yang akan menilai Razman masuk kategori mana, ” ujarnya.

Baca juga:   Berhenti, Razman Klaim Tak Berada di Kubu AHY & Moeldoko

Bertambah lanjut Kamhar mengatakan apapun alasan yang dikemukakan Razman bisa dinilai berbeda kalau keputusannya diambil sebelum putusan Menkumham.

“Namun jika setelah penolakan Menkumham untuk mengesahkan hasil KLB abal-abal yang sebelumnya betul getol dan percaya diri dibelanya, tentu publik punya penilaian tersendiri, ” pungkas dia.

(fkh)