Polsek Cilandak Evakuasi Jenazah yang Terlihat dalam Kontrakan

JAKARTA – Polsek Metro Cilandak Jakarta Selatan mengevakuasi jenazah seorang pegawai negeri sipil (PNS) perempuan di kontrakannya Jalan Asem II, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat.

Kapolsek Metro Cilandak AKP Iskandarsyah menyebutkan korban bernama Afrima Yanti, 46 tahun, beralamat KTP di Jalan Cililitan Besar RT 07/RW 09 Kelurahan Cililitan Besar, Kecamatan Kramat Asli, Jakarta Timur.

MENGAJI JUGA: Disangka Sudah Meninggal, Seorang Pria ‘Hidup Lagi’ di Daerah Jenazah

“Menurut petunjuk saksi-saksi, almarhumah bekerja sebagai PNS di dinas kesehatan, tapi masih kita telusuri dinas di kota mana, ” kata AKP Iskandarsyah.

Iskandarsyah mengatakan sangkaan sementara, almarhum meninggal dunia karena sakit karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Pada saat ditemukan tubuhnya pada posisi telentang dan mulut mengeluarkan busa.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kronologis penemuan jenazah almarhum terjadi sekitar pukul 08. 30 WIB.

Saksi pertama, Ketua RT 013, Ahmad Kosasih, sempat melihat kejanggalan sebelum jenazah almarhum di dalam zona kontrakan yang terletak di Ulama Asem II Gg. H Achpas RT013/RW 02 No. 9 D.

Iskandarsyah menyebutkan, keganjilan tersebut ketika saksi Kosasih kembali dari patroli wilayah pukul 03. 00 WIB, dirinya melihat lampu kamar kontrakan milik Aprima Yanti masih menyala.

“Lampu kamarnya masih menyala, sedangkan alarm telepon selulernya terus berbunyi, ” kata Iskandarsyah mengulang keterangan bukti.

Lalu sekitar memukul 05. 35 WIB, seorang pakar sayur langganan almarhum datang untuk mengantarkan sayuran pesanannya. Tukang tumbuhan mengetuk pintu kontrakannya, tapi almarhum tidak menjawab panggilan.

BACA JUGA: Petugas Wanita Pamulasaran Jenazah Covid-19

Acap dipanggil, almarhum tidak menjawab, hingga akhirnya tukang sayur menitipkan pesanan almarhum kepada Hajah Mahmudah yaitu pemilik kontrakan.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 08. 00 WIB, saksi Ade Rahmawati (anak pemilik kontrakan) mencoba mengantarkan sayuran milik almarhumah dengan dititipkan tadi.

Saksi Ade lagi-lagi mengetuk dan memanggil almarhum yang diyakini berada di dalam kamar. Tapi, almarhum lestari tidak merespon panggilan.

Karena curiga, saksi Ade mengadukan hal tersebut kepada Kosasih (Ketua RT). Lalu para saksi membuktikan membuka jendela kamar kontrakan almarhum untuk mencari tahu.

“Ketika jendela dibuka, saksi tahu korban dalam keadaan posisi terlentang dan mulut mengeluarkan busa, ” kata Iskandarsyah.