Polda Jateng Bakal Tindak Perusahaan Buang Limbah ke Kali Bengawan Solo

SEMARANG Polda Jawa Tengah (Jateng) bakal menindak perusahaan yang menghapuskan limbah sehingga mencemari Sungai Bengawan Solo.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi melalui Kombes Iqbal Alqidusy, mengatakan, Polda Jateng akan melakukan kordinasi balik dengan DLHK, untuk mendapatkan data-data perusahaan yang datang saat ini, tidak mengindahkan sanksi adminstratif yang dibebankan oleh DLHK.

“Polda Jateng mau langsung melakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut. Jika benar akan kita tindak bahana, ” kata Kombes Iqbal Alqudusy, Kamis (9/9/21).

Iqbal menyampaikan, apabila dari perusahaan tersebut sedang melakukan dumping, bisa dipakai Pasal 114 UU nNo 32 Tahun 2009.

“Kami akan berkoordinasi dengan DLHK. Kami pula akan melakukan pendataan kembali terhadap perusahaan yang memandang enteng hal seperti itu, ” ucap Iqbal.

Ia menjelaskan, di dalam Pasal 114 UU PPLH, setiap penanggung jawab daya atau kegiatan yang tak melaksanakan paksaan pemerintah, mau dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Kasus limbah yang menyemari Bengawan solo, Polda Jateng sedang dilakukan penyidikan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada awak jalan, ” tuturnya.

Iqbal pun mengimbau semua perusahaan yang ada pada wilayah Solo untuk tak membuang limbah di Kali Bengawan solo.

Baca Juga: Kapolda Jateng Panen dan Tabur 3. 000 Benih Ikan di Polsek Jajaran Polres Sukoharjo

“Setelah ada titik terang daripada hasil penyidikan kami, kami akan langsung tindak kasar pemilik perusahaan, ” tuturnya.

(erh)