Perkara 3 November: Wafatnya Sultan Hamengkubuwono III

JAKARTA – Berbagai perihal dan penting dan bersejarah berlaku pada 3 November. Untuk mengingatnya kembali, Okezone merangkum beberapa perihal yang terjadi 3 November mengutip dari wikipedia sebagai berikut:

1604 – Kemunculan Sultan Turki, Osman II

Osman II lahir 3 November 1604. Osman II adalah putra Tuan Ahmed I (1603–17) dan permaisurinya Sultan Mâhfirûze yang berdarah Yunani.

1814 awut-awutan Wafatnya Sultan Yogyakarta, Hamengkubuwono III

Sri Sultan Hamengkubuwono III lahir di Yogyakarta, 20 Februari 1769 & meninggal di Yogyakarta, 3 November 1814 pada umur 45 tarikh. Beliau adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah dalam dua kurun, yaitu tahun 1810 – 1811 dan 1812 – 1814.

Baca Juga:   Peristiwa 30 Oktober: Mata Uang Pertama Indonesia Mulai Beredar

1950 – Perebutan Penangkal Victoria di Kota Ambon

Golongan separatis dengan dipimpin oleh DR. Robert Steven Soumokil memproklamasikan “Republik Maluku Selatan” (RMS). Uluran tangan pemerintah buat mencari penyelesaian secara damai ditolak oleh pihak RMS.

Karena itu pemerintah RI melancarkan operasi militer ke Maluku yang dipimpin oleh Kolonel A. E. Kawilarang. Pendaratan pertama dikerjakan di Namlea, Pulau Buru dalam tanggal 14 Juli 1950. Setelah itu diduduki Pulau Tanimbar, kepulauan Aru Kei dan pulau-pulau mungil lainnya

Pada tanggal 28 September 1950 gerombolan mendarat di pulau Ambon. Dalam pertempuran jarak dekat untuk menawan benteng Nieuw Victoria pada agenda 3 Nopember 1950 di praja Ambon

Baca Pula:     Peristiwa 2 November: Galaksi NGC 39 Ditemukan & Lahirnya Shahrukh Khan

Benteng ini merupakan tempat di mana Pattimura dieksekusi. Pimpinan agregasi Letnan II Kolonel Slamet Riyadi gugur, tetapi seluruh kota mampu di kuasai Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Dengan jatuhnya kota Ambon, kekuatan pokok RMS berhasil dipatahkan.

1982 – Kebakaran di suatu terewongan di Afganistan

Kebakaran terowongan Salang di Afganistan. Akibat peristiwa tersebut menerbitkan 2. 000 orang lebih tewas.

(Ari)