Penjaga Tangkap Pelaku Pemalsuan Tulisan Antigen untuk Pelamar Kegiatan

BATAM – Seorang perempuan berinisial DSH, hawa (36) diamankan Dit Reskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri) atas dugaan pemalsuan surat Rapid Test Antigen.

Kejadian tersebut disampaikan oleh Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar didampingi oleh Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu M. Kebajikan Ardiyaniki dan Panit III Iptu Robinsar Tampubolon masa press release, Senin (28/6/2021).

“Jadi, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-A / 55 / VI / 2021 / SPKT – Kepri, tanggal 26 Juni 2021, secara waktu kejadian pada keadaan sabtu, 26 Juni 2021 sekitar jaml 11. 45 Wib, bertempat di Supermarket Diamond DC Mall Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, dengan identitas pelaku yang kita amankan adalah Inisial DSH (36) yang hidup Tiban Lama Kota Batam, pelaku merupakan karyawan di PT AMK Cabang Batam, ” katanya.

Baca Juga:     Ini Wajah Pria Pakai Pelat Palsu & Mengiakan Anggota Propam Polri dalam Tol Kuningan

Dia mengatakan, pelaku menghasilkan surat Rapid Test Antigen palsu dengan menggunakan KOP dan cap stempel satu diantara klinik kesehatan di Tanah air Batam sebagai persyaratan pelamar kerja. Kronologi kejadian adalah pada Sabtu 26 Juni 2021, Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri mendapat informasi dari umum bahwa ada seorang personel di salah satu kongsi outsourcing atau penyalur tenaga kerja di Batam dengan membuat surat Rapid Test Antigen palsu yang dimanfaatkan untuk persyaratan melamar kegiatan sebagai SPG produk dalam supermarket.

“Setelah dilakukan penyelidikan, tim lulus mengamankan surat Rapid Test Antigen yang tercantum KOP dan cap stempel lengah satu klinik kesehatan pada Batam yang diduga palsu berikut dengan karyawan supermarket yang menggunakan surat itu, ” jelasnya.

Kemudian, tim melakukan perluasan sehingga tim dapat mengamankan pelaku berinisial DSH yang membuat surat Rapid Test Antigen palsu tersebut di kantor perusahaan outsourcing PT AMK Cabang Batam, beserta dengan barang bukti bersifat perangkat kantor yang digunakan untuk mencetak surat rapid test antigen palsu. Sejak keterangan pelaku bahwa karakter ini merupakan penanggung jawab pada kantor cabang PT AMK.

″Setelah pelamar ini berhasil disalurkan ke perusahaan pengguna, susunan asli pelamar tersebut tepat dikirimkan ke kantor pusat PT AMK di Surabaya, dan adapun kegiatan pelaku membuat surat palsu itu sama sekali tidak diketahui oleh pihak kantor tengah PT AMK yang tersedia di Surabaya, ” bebernya.

Pelaku selalu telah membuat surat Rapid Test Antigen palsu sebesar 20 lembar yang dimanfaatkan sebagai persyaratan melamar kegiatan sejak Maret 2021 hingga Juni 2021. Barang informasi yang diamankan adalah 1 unit laptop, 1 bagian mouse, 1 unit keyboard, 1 buh name tag, 2 buah cap stempel klinik dan dokter, 1 unit Printer, 1 bagian Scanner, 4 lembar tulisan Rapid Test Antigen yang diduga palsu dan satu lembar surat Rapid Test Antigen asli dari klinik yang dipalsukan.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 263 Bagian (1) dengan pidana kurungan paling lama 6 tahun. Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Kepri agar kita ikuti patokan dari pemerintah, ayo sama-sama kita menggunakan Instansi sah baik dalam rangka pemeriksaan swab maupun antigen jadi kita tidak menjadi target penipuan dan yang menyesatkan penting dari hal ini kita yang menjadi pemberi tahu Covid-19, ” jelasnya.

Baca Juga:     Jual Ribuan Tulisan Bebas Covid-19 Palsu, Broker Tiket Ditangkap di Bandara Pekanbaru

Untuk itu, pihak Polda Kepri mengimbau kepada masyarakat supaya memperhatikan hal ini untuk kebaikan bersama. Dari buatan penyelidikan bahwa pelaku tersebut melakukan perbuatannya sendirian minus bantuan orang lain dan pelaku menggunakan cap dan stempel palsu salah mulia klinik di Kota Batam.

“Untuk objek yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut, ” tutupnya.

(Ari)