Penderitaan Helikopter di Sinai Tewaskan tujuh Pasukan Penjaga Perdamaian

YERUSALEM – Suatu helikopter dengan Pasukan dan Pengamat Multinasional (MFO) pimpinan Amerika Konsorsium (AS) di Sinai, Mesir menetes di dekat kota resor Sharm el-Sheikh pada Kamis (12/11/2020). Kejadian itu menewaskan tujuh anggota rombongan penjaga perdamaian, demikian disampaikan MFO.

Dalam sebuah maklumat, MFO mengatakan bahwa korban dengan tewas adalah lima warga negeri AS, seorang warga Prancis, & seorang warga Ceko, semuanya adalah anggota dinas militer. Ditambahkan bahwa seorang anggota MFO AS aman dan dievakuasi secara medis.

BACA JUGA: Pembela Perdamaian Asal Indonesia Tewas di dalam Serangan Pemberontak di RD Kongo

Pernyataan sebelumnya mengucapkan bahwa delapan penjaga perdamaian tewas, termasuk enam warga Amerika.

Seorang pejabat yang diberi pengarahan tentang insiden itu mengucapkan kepada Reuters bahwa kecelakaan itu adalah disebabkan oleh kerusakan mekanis.

Pernyataan MFO mengatakan helikopter itu dalam misi “rutin” masa jatuh. Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menawarkan untuk mengirim tim penyelamat ke tempat kejadian.

Baik Departemen Pertahanan AS & Kementerian Pertahanan Ceko telah mengonfirmasi gugurnya anggota dinas militer mereka dalam kecelakaan tersebut. Militer Israel mengatakan telah mengevakuasi penjaga perbaikan yang terluka ke sebuah vila sakit di Israel.

MFO diterjunkan untuk memantau demiliterisasi Sinai di bawah perjanjian perdamaian Mesir-Israel 1979. Ukurannya telah redup dalam beberapa tahun terakhir sebab negara-negara tetangga memperketat kerja sama keamanan melawan pemberontak Sinai dengan dipimpin kelompok militan Islamis.

BACA JUGA: Perjanjian Damai Disepakati, Rusia Kirim Pasukan Perbaikan ke Nagorno-Karabagh

Patuh situs resmi MFO, terdapat 452 warga AS di antara satu. 154 personel militer MFO. Urusan itu menarik personel dari 13 negara dan mencakup area seluas lebih dari 10. 000 kilometer persegi di Sinai.

Kairo melihat MFO sebagai bagian dari hubungan dengan Israel dengan, meskipun tidak populer dengan banyak orang Mesir, telah membawa miliaran dolar dalam bantuan pertahanan AS, mempermanis demiliterisasi yang dipaksakan sebab pihak asing di wilayah kedaulatan Sinai.

(dka)