Pemimpin KAMI di Jakarta dan Zona Segera Disidang Terkait Demo Mengacaukan Omnibus Law

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merampungkan berkas penyidikan tersangka bagian Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI ) di Medan dan Jakarta dalam kasus dugaan penghasutan demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law yang berakhir ricuh.

Kepala Divisi Humas Polri menjelaskan, Ketua KAMI Daerah Khairi Amri berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P-21 pada dua Desember 2020. Sementara, Bareskrim juga telah melimpahkan tahap II di dalam 7 Desember 2020 ke Kejari Medan.

“Sama seperti tersangka lainnya yang ditangkap di Medan yaitu, Juliana, Novita Zahara dan Wahyu Rasasi Putri berkas P-21 dalam 2 Desember 2020 dan tahap dua pada 7 Desember di Kejari medan, ” kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).

Di bagian lain, untuk dua petinggi ANA di Jakarta, yakni Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat berkas penyidikannya sudah dinyatakan lengkap dan telah dilaksanakan pelimpahan berkas dan simpulan atau tahap II ke pihak Kejaksaan.

“Sedangkan untuk Syahganda Nainggolan sudah P-21 pada 20 November 2020 sudah dalam tahap II 3 Desember 2020. Selanjutnya, untuk tersangka Jumhur P-21 tanggal 24 November 2020 & tahap II 10 Desember 2020, ” ujar Argo.

Sementara itu, dua berkas penyidikan untuk tersangka Anton Permana telah dikirimkan ke pihak Kejaksaan. Buat saat ini, Polri masih menduduki apakah berkas tersebut dinyatakan P-21 atau P-19.

Cerai-berai, untuk tersangka Dedi Wahyudi susunan dikembalikan oleh Kejaksaan atau P-19 dan setelah itu sudah dikirimkan kembali berkas tersebut pada 30 November 2020.

Sedangkan untuk tersangka Kingkin Anida berkas sudah P21 18 November 2020 dan sudah di tahap II 24 November 2020. Kemudian, tersangka Videlia Esmerela sudah P-21 pada 27 November 2020 dan periode II untuk tanggal 16 November 2020, ” ucap Argo.