Pemimpin DPD RI Minta Pemerintah Proteksi Pasar Lindungi Pabrik Kecil

BALIKPAPAN kepala Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah memproteksi pasar untuk melindungi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) daripada serbuan produk impor dengan dipasarkan secara online.

(Baca juga: Miliki Ladang Ganja, Guru SD di Bengkulu Ditangkap Polisi )

Diketahui pandemi Covid-19 membuat sebesar pihak menggunakan jasa e-commerce untuk memasarkan produk itu. Salah satunya adalah produk impor tekstil yang merajalela di pasaran.

Hal ini berdampak pada pelaku IKM ditandai dengan menurunnya penjualan mereka. Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu menilai e-commerce amat besar pengaruhnya kepada produk-produk impor, baik penggunaan kebutuhan rumah tangga maupun pakaian jadi.

(Baca juga: Hutan di Pulau Jawa Tinggal 24%, Ketua DPD RI Soroti Alih Fungsi Tanah )

“Keluhan yang dirasakan di tengah-tengah program negeri terkait program pemulihan ekonomi nasional adalah pelaku cara garmen merasakan sulitnya pemasaran produk karena tidak dapat bersaing. Padahal harga terbilang lebih murah dan status pun lebih baik, ” ujar LaNyalla sesaat sesudah mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (4/4/2021).

“Saya meminta pemerintah untuk memproteksi pasar melalui regulasi dengan melindungi pelaku usaha lokal. Jika hal ini dibiarkan, maka kita akan bertemu kematian industri kecil menengah dan bersiap menghadapi permasalahan sosial yang besar, ” sambungnya.

Tempat juga mendesak pemerintah biar segera menyelesaikan regulasi dengan memproteksi pasar. Pasalnya, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menilai hingga kini peristiwa tersebut belum juga dirampungkan pemerintah.

“Ini urgent dan harus menjelma prioritas hingga saatnya kita mampu bersaing di rekan bebas, ” tegas alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Industri Kecil dan Menegah (IKM) tekstil mengalami penurunan penjualan disebabkan pandemi Covid-19 dan banjir produk impor di pasaran. Asosiasi Produsen Serat serta Benang Filamen Indonesia menyebutkan produk impor tekstil tak hanya terjadi di rekan swalayan, namun juga meresap ke marketplace.