Pakar Kesehatan: Kasus Corona di Jakarta Belum Terkendali

JAKARTA – Jawatan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Bangsa Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mendahulukan bahwa kasus corona (Covid-19) pada Jakarta belum terkendali sepenuhnya. Sebab, angka harian pertambahan kasus corona di Jakarta masih menembus 1. 000 ke atas.

“Kalau kita lihat pada DKI ini memang ada penurunan angka, tetapi kasus masih seribuan kasus dan itu masih mampu kita katakan belum terkendali. Belum signifikan, ” ujar Hermawan masa dikonfirmasi Okezone, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Hermawan, kemajuan kasus Covid-19 di Indonesia dasar menarik. Ia menilai pada kurun tertentu, kasus corona mengalami stagnansi atau tidak ada perubahan. Tetapi, pada periode tertentu, kasus corona bisa tiba-tiba naik kembali dengan signifikan.

“Oleh karena itu perlu upaya-upaya signifikan untuk mengendalikan Covid ini bagus secara individu, komunitas, ataupun kebijaksanaan, ” ucap Hermawan.

“Mudah-mudahan akhir 2020 tersebut, ada kesadaran kolektif baik bangsa maupun pemerintah untuk sama-sama mengarahkan Covid-19, ” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diunggah oleh Satgas Penanganan Covid-19, DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang kasus positif corona terbanyak pada Jumat, 17 Oktober 2020. Kasus corona di Jakarta bertambah sebanyak 1. 045 kasus.

DKI Jakarta kerap menjadi wilayah terbanyak kasus positif corona semenjak Covid-19 mewabah di Indonesia. Peristiwa itu disebut karena masifnyap testing dan tracing di Jakarta. Namun memang, kasus corona di Jakarta dalam beberapa waktu belakangan tersebut justru stagnan bertambah di angka 1. 000.

Hingga saat ini, Satgas tunggal mencatat ada penambahan kasus nyata sebanyak 4. 301 orang jadi akumulasinya adalah 353. 461 di Indonesia. Sedangkan penambahan kasus segar mencapai 3. 883 sehingga akumulasinya 277. 544. Adapun, pasien wafat bertambah 79 sehingga totalnya 12. 347.

(kha. -)