200 Orang di Pasar Lubuklinggau Mengikuti Rapid Test Covid-19

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 200 pedagang dan pengunjung Rekan Inpres Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, menjalani rapid test secara acak. Kegiatan ini digelar dalam Jumat 15 Mei, sekira jam 11. 00 WIB.

Wali Kota Lubuklinggau sekaligus ketua Gugus Tugas Covid-19 H SN Prana Putra Sohe mengatakan, mereka yang menjalani rapid test adalah pedagang, pengunjung, juru parkir, dan petugas keamanan.

Menyuarakan juga: Polri Sumbang 15. 170 APD dan Uang Rp1, 1 Miliar untuk Penanganan Covid-19 

“Pencegahan sejak dini. Lebih baik diketahui lebih mula jelasnya. Yang reaktif nanti mau diisolasi di rumah sehat, ” jelasnya.

Dalam penjagaan rapid test kali ini, tim medis mendapat pendampingan dan pengamanan dari Kodim 0406 serta Polres Lubuklinggau menggunakan pola hunting ke area pasar dengan thermo gun.

Ilustrasi rapid test. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa membaca bahwa TNI-Polri senantiasa siap mengiringi pelaksanaan rapid test untuk pencegahan persebaran virus corona.

“Anggota saya bersama anggota Kodim langsung mendampingi tim medis untuk mengecek seluruh warga pasar memakai thermo gun. Bila terdapat awak yang suhu tubuh di berasaskan 37 derajat Celsius, maka petugas akan langsung melakukan rapid test, ” ujarnya.

Baca juga: BIN Gelar Rapid Test Massal di Tangsel, 16 Positif dan 29 Reaktif Corona 

Selain tersebut, tim gabungan juga memberikan jalan kepada siapa saja untuk memeriksakan kesehatan dan mengikuti rapid test.

Dari hasil rapid test kali ini didapati sampel sebab 200 orang. Hasilnya belum dikonfirmasi. Namun bila ada yang reaktif akan dilanjutkan berupa swab test.

Salah seorang pengunjung pasar, Amri (38), mengaku berniat mengikuti rapid test ini buat mengetahui sehat atau tidak.

“Saya sengaja ikut biar lebih cepat tahu, ” introduksi Amri yang ternyata selama tersebut bekerja di Jakarta, namun sebulan terakhir pulang kampung karena tidak ada pekerjaan lagi.

(han)

Keadaan Pertama PKM, Personel Gabungan Jaga Pintu Masuk Denpasar

DENPASAR – Tim gabungan melakukan pemantauan di sebesar pintu masuk pada hari pertama pemberlakuan Perwali Nomor 32 Tarikh 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Ada delapan pintu merembes ke Kota Denpasar dipantau tim gabungan.

Tim gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI/Polri, Pecalang, Dinas Kesehatan, serta petugas lantaran instansi terkait lainnya terlihat mengabulkan pemantauan seperti di Pos Harmonis, Penatih. Mereka memantau orang dengan masuk Kota Denpasar.

Umum yang akan memasuki Denpasar diminta menunjukkan surat identitas serta haluan yang jelas. Bila tidak memiliki tujuan yang jelas mereka tidak segan-segan diminta putar balik.

Baca Selalu:   854 Orang Dirawat di RS Wisma Atlet, 741 di Antaranya Positif Covid-19 

Pada pemantauan dalam Penatih, sediikitnya ada tiga karakter yang diminta untuk putar pulih. “Mereka ini tidak memiliki tujuan yang jelas, sehingga kami mengambil untuk putar balik, ” perkataan Kabid Pengendalian Dishub Denpasar, Wayan Tagel Sidarta, Jumat (15/5/2020).

Ilustrasi

Selain tiga orang yang diputar pulih, ada pula empat orang dengan hendak mudik. Kemudian, 46 orang yang tidak membawa surat masukan kerja. Namun, yang tidak membawa surat keterangan kerja ini sedang bisa melanjutkan perjalanan karena tersedia tujuan yang jelas.

Selain melakukan pemantauan, beberapa pengendara yang melalui jalur tersebut serupa dilakukan rapid test. Sedikitnya 17 orang yang berasal dari wilayah terpapar Covid-19 dilakukan rapid test. Hasilnya negatif semua.

Tagel Sidarta mengatakan, saat ini ada delapan lokasi yang mengabulkan pemantauan. Selain di Pos Penatih, juga ada di Pos Induk, Jalan Cokroaminoto, selaku pos pokok. Selain itu, ada pula di Jalan Kebo Iwa, Jalan Bukit Salak, kawasan Biaung, serta lokasi lainnya.

Baca Pula:   Heboh Surat Bebas Covid-19 di Toko Online, Ini Respons RS Mitra Keluarga

(Ari)

Langgar Social Distancing, Antrean Mengular pada Terminal 2 Bandara Soetta

JAKARTA – Pandemi Covid-19 masih melanda, namun pemerintah memberi pengecualian untuk masyarakat yang mau bepergian. Atas kebijakan ini, Pangkalan 2 Bandara Soekarno Hatta saat ini ramai dipadati calon penumpang.

Salah satu posting-an pengguna Twitter, Adriansyah Yasin Sulaeman @adriansyahyasin mengunggah foto kondisi dalam Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Dari foto yang diunggah ke media sosial pada keadaan ini, terlihat calon penumpang memadati bandara.

Meskipun calon penumpang menggunakan masker, tetapi jarak antara satu orang dengan orang lain sangat berdekatan ataupun tidak mengindahkan kebijakan social distancing.

(ahl)

Kereta Api Luar Biasa Angkut 62 Penumpang di Hari Pertama Pengoperasian

BANDUNG – PT KAI melayani sixty two penumpang perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB), di hari pertama pengoperasiannya, Selasa 12 Mei 2020. Beberapa rute yang diminati penumpang adalah Gambir – Surabaya Pasarturi, Gambir – Cirebon dan Gambir – Semarang Tawang.

Adapun rincian 62 penumpang tersebut, di antaranya dari Gambir oleh tujuan Surabaya Pasarturi sebanyak twenty-seven penumpang, dari Surabaya Pasarturi tujuan Gambir 12 penumpang, dari Bandung dengan tujuan Surabaya 11 penumpang, dari Surabaya dengan tujuan Bandung 1 penumpang, dari Gambir tujuan Surabaya Pasarturi 8 penumpang, lalu dari Surabaya tujuan Gambir 3 or more penumpang.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, seluruh penumpang termasuk dalam persyaratan masyarakat yang dikecualikan, sesuai dengan dari Surat Edaran, Gugus Tugas Covid -19.

“Okupansinya memang bukan tinggi. Pengoperasian KLB ini KAI tujukan untuk melayani masyarakat yg memiliki kebutuhan mendesak dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yg ketat, ” ujar Joni, melalui rilis yang diterima wartawan, Rabu (13/5/2020).

(Foto: Okezone.com/Achmad Fardiansyah)

Joni mengatakan, dalam pengamanan dan pengecekan penumpang, terdapat 96 personel yang melakukan verifikasi berkas calon penumpang. Petugas berasal dari unsur internal KAI, Kemenhub, TNI, Polisi, BPBD, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan masing-masing daerah.

Baca juga: PSBB Tahap 3 Kota Bogor Dimulai, Ini Sanksi Tegas bagi Pelanggar

Dalam pengecekannya, penumpang yang sudah diverifikasi berkasnya oleh Tim Satgas dapat langsung membeli tiket di loket stasiun keberangkatan penumpang.

KAI menjual tiket mulai H-7 keberangkatan, dan tiket yang telah terjual sampai 12 Mei pukul 17. 30 WIB, mencapai fifth there’s 89 tiket. Terdapat 29 calon penumpang yang ditolak karena berkas yg diserahkan tidak lengkap.

“Pegoperasian KLB ini dikhususkan tuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan Pemerintah, dan bukan diperuntukkan untuk Angkutan Mudik Lebaran 1441 They would, ” tegas Joni.

Penumpang harus melengkapi berkas-berkas yg disyaratkan dalam SE Gugus Tugas Covid-19 No 4/2020 agar meraih membeli tiket perjalanan KLB. Bagi yang tidak lengkap, tidak akan diberikan Surat Izin dari Tim Satgas Covid-19.

Mulai 12 Mei sampai dengan thirty-one Mei 2020, KAI mengoperasikan KLB dengan rute Gambir – Surabaya Pasarturi pp (Lintas Utara lalu Selatan) dan Bandung – Surabaya Pasarturi pp. Tiket dijual pada loket stasiun keberangkatan penumpang.

Pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan, oleh penumpang yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan.

(qlh)

Wakil Ketua DPRD Trenggalek Kaget Namanya Masuk Data Penerima Bansos

TRENGGALEK – Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi masuk dalam data penerima bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp600 ribu per bulan. Bantuan itu adalah salah satu bentuk jaring pengaman sosial selama pandemi Covid-19.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini terdaftar sebagai warga di RT 01 RW 01 Desa Karangan, Kecamatan Karangan, ternyata masuk dalam daftar penerima Bansos tersebut.

Hal tersebut membuat Doding terkejut dan tak menyangka namanya masuk sebagai penerima bantuan langsung tunai tersebut. Ia mengetahui menjadi penerima Bansos sesudah mendapatkan laporan ketika menerima telepon dari Kepala Desa Karangan.  

“Saya pribadi kaget kok bisa masuk. Tapi karena masih tahap verifikasi, saya minta nama saya dihapus. Masih melimpah yang lebih membutuhkan, ” ungkapnya saat dikonfirmasi, pada Selasa (12/5/2020).

Baca Juga:   Presiden Jokowi: Angka Kematian Tertinggi Covid-19 Ada di Pulau Jawa 

Ia sendiri telah meminta pihak desa – desa di Kabupaten Trenggalek untuk berhati – hati dan teliti saat melakukan verifikasi data penerima bantuan, supaya benar – benar tepat sasaran kepada orang yang membutuhkan.

“Saya minta pemerintah daerah dan pemerintah desa benar – benar melakukan verifikasi agar bantuan – bantuan tersebut betul – benar tepat sasaran pada orang yang membutuhkan, ” tuturnya.

Baca Juga:   Carut Marut Bansos Pandemi Corona

Dirinya mengakui bila dua tahun lalubelum mempunyai rumah sendiri, namun telah memiliki Kartu Keluarga (KK) sendiri. Doding menduga bila data penerima bantuan tersebut berpatokan pada data lama dan terdiri dari beberapa faktor.

“Mungkin karena dalam KK hanya saya sendiri dan saat survei itu saya belum punya rumah, sehingga masuk dalam kriteria itu. Tapi faktanya sekarang kan berubah, saya sudah berkeluarga, dan juga sudah punya rumah, ” ujarnya.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Minta Evaluasi Mendetail Penerapan PSBB

(Ari)

Punya 2 Mobil Tapi Dapat Basos Tunai Akibat Data yang Semerawut

KLATEN   – Apa jadinya jika Bantuan sosial (Bansos) tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos) selama pandemi virus corona atau Covid-19 salah sasaran? Akibat masukan yang semerawut, ada warga dengan punya dua mobil, pun dapat bantuan tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Sebanyak 250 orang yang diusulkan agar mendapatkan Bansos Tunai atau BST tak seluruhnya ter-cover sandaran. Hal ini karena data sejak Kemensos tak sesuai dengan bahan yang diajukan Pemerintah Desa Burikan.

“(Data dari) Kemensos yang (dapat) transfer (BST) ada 22 orang kemudian yang lewat pos ada 45 orang, namun yang 9 dobel, sanggup dari transfer juga dapat dari pos. Memang bludrek kita, yang masuk justru yang kaya-kaya, pengusaha, ASN, petani sukses, ” perkataan Kepala Desa Burikan, Surata, kepada wartawan, Minggu 10 Mei 2020, malam.

Surata mengatakan, mereka yang mendapat Bansos Tunai ada yang punya besar mobil. Selain itu, ada dengan tinggal satu rumah tapi mampu dua bantuan. “Kita sudah pengesahan, tapi kita tidak mempunyai kewenangan apa-apa, wong uang sudah diambil, ” kata sang Kades.

Ia mengisahkan, tak sesuainya data penerima tersebut berawal ketika desa diminta Kemensos untuk mengirimkan data yang berhak menerima BST. Hal ini ditindaklanjuti desa dengan mengirimkan data penerima sebanyak 250 orang. Namun tak selang lama, Kemensos mengirimkan bukti yang berbeda dengan yang diajukan desa.

“Kemensos kan kita dimohon untuk melaksanakan ajuan, akhirnya kita membuat sekitar 250 orang. Cuma sebelum datang di Kemensos ternyata sudah ada yang menerima transfer. Jadi kita bingung juga. Wong kita disuruh buat data capek-capek ternyata Kemensos sendiri seperti itu. Data kita sudah naik tapi tiba-tiba keterangan turun tidak sesuai dengan keterangan yang kami ajukan, ” tuturnya.

Dijelaskan, permasalahan tersebut selanjutnya disikapi desa secara menggelar pra-Musdes yang dihadiri RT, RW, dan Tim Gugus Tempat. Dalam pra-Musdes memutuskan, bagi asosiasi yang belum mendapatkan BST akan disikapi dengan bantuan langsung tunai (BLT) bersumber Dana Desa.

“Alhamdulillah, Dana Dukuh mencukupi untuk mengcover seluruh bangsa kami. Untuk BLT total kira-kira Rp291 juta atau 30% sebab Dana Desa kami yang mencapai Rp900 juta, ” ujar Surata.

Atas peristiwa itu, lanjut Surata, kini pihaknya menunggu pemutakhiran data dari negeri pusat. Desa telah mengajukan terkait perubahan data miskin sejak Desember 2019. Data tersebut nantinya hendak dijadikan acuan desa untuk menyelaraskan perubahan.

Baca Juga:   BMKG: Bunyi Dentuman di Jateng Tidak Bersumber dari Gempa

Tengah itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Puak Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten, Much. Natsir, menyampaikan, penerima BST dan BLT adalah dua program yang berbeda. BST bersumber dari Kemensos, sedangkan BLT bersumber dari bagian dana desa yang dianggarkan APBDes.

“Namun dengan terpenting bagi masyarakat miskin serta yang terdampak Covid-19 dimana belum terkaver di program BST karena penambahan jumlah maka bisa dicover dengan program BLT, ” ujarnya.

(aky)

RSPAD Gatot Subroto: Djoko Santoso Wafat Bukan karena Covid-19

JAKARTA – Pengantara Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen Budi Sulistya menjelaskan, Mantan Pemimpin TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, meninggal dunia pukul 06. 30 WIB, Minggu (10/5/2020). Djoko dirawat karena pecah pembuluh darah pada otak, bukan terkait virus corona atau Covid-19.

“Meninggal tadi jam 06. 30 WIB, setelah kami rawat selama seminggu, karena sakit bukan karena Covid-19, pecahnya pembuluh darah di otak, ” kata Brigjen Budi, Minggu.

Djoko Santoso.

Baca pula: Djoko Santoso Wafat, TNI AD Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Brigjen Budi menjelaskan, jenazah almarhum bakal disemayamkan di rumah duka dalam Jalan Bambu Apus Raya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

“Kemudian akan dimakamkan siang tersebut setelah Zuhur secada militer, pasti (dengan) protokol kesehatan diperhatikan, ” katanya.

(qlh)

Cerita Warga Indonesia yang Tinggal dalam New York saat Pandemi Covid-19

JAKARTA – Farichah Tri Askarini, lupa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di New York, Amerika Serikat, menceritakan kehidupan ditempat tinggalnya saat pandemi Covid-19 berlangsung. Diketahui, New York merupakan lengah kota dengan penduduk terpadat dalam dunia.

Farichah mengakui, New York memang menjelma salah satu kota dengan angka kasus positif Covid-19 tertinggi pada dunia. Menurut Farichah, salah satu penyebab tingginya angka kasus tentu Covid-19 di New York, karena padatnya penduduk.

Ia menceritakan, kebanyakan warga yang ada di New York merupakan para pekerja. Beberapa diantaranya, kata Farichah, kesulitan untuk mendapatkan tempat status. Oleh karenanya, mayoritas pekerja tengah waktu di New York susunan di sebuah kosan.

“Saya kasih gambaran, saya liat sehari-hari, tempat tinggal disini sangat mahal. Banyak orang yang tidak sanggup menyewa apartemen. Di kawasan sini saja selalu ada dengan menyewakan kamarnya untuk kosan, ” ungkap Farichah saat bercerita lewat sambungan video conference, Sabtu (9/4/2020).

  Virus Korona

Lebih lanjut, beber Farichah, banyak warga New York dengan kesulitan menerapkan social distancing dalam rumah. Kebanyakan social distancing yang dianjurkan oleh pemerintah dalam rangka memutus penyebaran Covid-19, cakap Farichah, hanya terjadi di asing rumah.

“Jadi sosial distancing itu diluar vila saja, di jalan-jalan. Tapi di rumah kita enggak tahu. Kita tidak tahu, saya misalnya tidak tahu, saya bekerja, suami berjalan, saya tidak tahu suami kembali kerja ketemu siapa, pegang barang apa, sampai rumah kan kita tak tahu, ” ucapnya.

Farichah menambahkan, banyak rumah lara yang kerepotan karena membludaknya pasien saat awal-awal pandemi Covid-19. Kebanyakan pasien tersebut, imbuhnya, panik yang kemudian ingin konsultasi ketika mempunyai gejala yang mirip dengan Covid-19.

“Jadi penuh rumah sakit tidak bisa menerima, itu mungkin banyaknya disitu, karena banyak penduduknya. Yaitu jadi susah, ” terangnya.

(wal)

Wagub Sumbar Sebut Tren Positif Corona Turun Mulai 21 Mei Kalau Warga Patuh

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memprediksi bahwa hendak terjadi penurunan wabah corona pada 21 Mei mendatang, tapi seluruh tergantung kedisiplinan warga.

Menurut Wagub Sumbar, masa ini perkembangan penanganan covid 19 masih pada tren meningkat dan data hari ini positif covid sudah mencapai 252 orang terinfeksi, ada penambahan 14 orang tentu covid hari ini di Sumatera Barat.

“Dan kondisi diperkirakan akan terus menyusun, baru perkiraan akan masuk dalam fase menurun pada tanggal 21 Mei, namun semua itu tergantung disiplin masyarakat Sumbar terhadap protokol antisipasi penanganan covid 19 tersebut, ” ujar Nasrul Abit, aat memberikan arahan pada kegiatan Ikatan Keluarga Air Haji (IKAH) Praja Padang penyerahan bantuan sosial bagi warga Air Haji kurang berharta di Kota Padang, Kamis (7/5/2020).

Nasrul serupa menyampaikan dalam pelaksanaan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) tahap kedua tersebut mesti dilakukan dengan tegas supaya percepatan antisipasi penyebaran covid 19 dapat terlaksana dengan baik.

“Maka setiap orang di Sumbar diharapkan tidak melakukan perjalanan jauh antar kota maupun antar provinsi dan dengan jika ada keperluan keluar vila wajib pakai masker, jaga renggang, jaga pola hidup bersih cuci tangan pakai sabun, tidak diboleh berkumpul-kumpul dalam jumlah yang penuh, ” pungkasnya.

(kha)

Kemlu RI Konfirmasi Kematian ABK WNI di Kapal Penangkap Ikan China

JAKARTA – Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi laporan mengenai kematian sejumlah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja pada kapal penangkap ikan China dengan berlabuh di Busan, Korea Daksina beberapa hari lalu.

“Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian tiga awak pesawat WNI saat kapal sedang meninggal di Samudera Pasifik, ” begitu keterangan yang disampaikan Direktur Pelestarian WNI dan Badan Hukum Nusantara (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha yang diterima media, Kamis (7/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa jenazah para ABK WNI tidak dibuang ke laut, namun dilarung, karena pertimbangan kematian yang disebabkan oleh penyakit menular.

“Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan keburukan menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya. ”

Kematian ABK WNI itu menarik perhatian luas sesudah stasiun televisi Korea Selatan, MBC memberitakan mengenai perlakuan tak manusiawi yang diterima para ABK WNI dalam kapal ikan China tempat mereka bekerja.

Video: YouTube/MBCNEWS.

Kemlu MENODAI mengatakan bahwa Pemerintah RI, bagus di Pusat, maupun melalui perwakilannya di Selandia Baru, Republik Anak buah Tiongkok (RRT) dan Korea Selatan memberi perhatian serius atas permasalahan dengan dihadapi anak kapal Indonesia dalam kapal ikan berbendera China, Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Dikatakan bahwa terdapat 46 ABK WNI pada kedua kapal tersebut, dengan 15 antara lain berasal dari Kapal Long Xin 629.