Menhan Prabowo Subianto Ternyata Penggemar Tembang-Tembang Didi Kempot

JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ternyata juga penggemar musisi campur sari Didi Kempot. Hal itu bisa diketahui dari unggahan yang dibagikan Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dia mem-posting video Prabowo sedang membawakan lagu ‘Sewu Kutho’ karya Didi Kempot di dalam mobil. Serupa memegang lirik lagu yang dicetak, ketua umum Partai Gerindra tersebut tampak serius bernyanyi.

Menyuarakan juga: Ucapan Belasungkawa dan Doa Para Tokoh untuk Sang Maestro Didi Kempot 

“Pak @prabowo salah satu penggemar tembang-tembang Mas Didi Kempot. Bahkan Beliau minta dibikinkan teks liriknya agar Beliau bisa ikut bernyanyi di mobil sepanjang perjalanan, ” tulis akun Twitter @Dahnilanzar, kaya dikutip Okezone , Rabu (6/5/2020).

Terlihat Prabowo yang duduk di status depan mobil, menghayati setiap lantunan lagu Didi Kempot. Setiap bait lirik yang ada di hadapannya tidak pernah terlewat dibaca.

Tidak lupa, unggahan tersebut juga berisi doa terbaik buat Didi Kempot. Semoga sang musisi legendaris tersebut husnulkhatimah.

“Husnulkhatimah, Mas Didi. Karya-karyamu bakal tetap hidup di hati kaum Indonesia. Selamat jalan, Mas, ” lanjutnya.

Membaca juga: Figur Fenomenal, Didi Kempot Dinilai Tak Kalah dengan Seniwati K-Pop 

Sebagaimana diberitakan, musisi Dionsius Prasetyo atau akrab dikenal Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa 5 Mei 2020, pukul 07. 45, di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta. Ia meninggal di usia 53 tahun akibat sakit jantung.

Didi Kempot dimakamkan dalam permakaman umum dekat rumah duka di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada Selasa sore.

Ratusan pelayat tampak hadir, termasuk Gubernur Jawa Pusat Ganjar Pranowo, Wali Kota Tunggal FX Rudiyatmo, Bupati Ngawi Budi Sulistiyono, dan Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar.

(han)

Gaya Medis di Malang Kembali Positif Corona, Total Ada 8 Karakter

KOTA MALANG – Seorang tenaga medis di Kota Malang kembali dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Dengan demikian, di Kota Sial total terdapat 18 pasien pasti virus corona hingga Senin 4 Mei 2020 malam.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan, utama pasien tambahan positif corona belakang merupakan seorang tenaga medis yang bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Malang.

“Yang bersangkutan berjenis kelamin perempuan berusia 34 tahun dugaannya tertular Covid dari anak obat yang dirawat, ” ujar Widianto pada Senin (4/5/2020) malam.

Meski dinyatakan nyata terjangkit corona, pasien tersebut hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya karena tak ditemukan gangguan kesehatan tubuh klinis.

“Yang bersangkutan ini tanpa petunjuk sehingga hanya dilakukan isolasi sendiri di rumah, ” ucapnya.

Total di Kota Malang, lanjut Widianto, terdapat delapan orang tenaga medis yang dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19 atau virus corona.

“Kalau dengan tenaga bagian gizi maka tenaga medis yang positif Covid ada lima, tiga orang dinyatakan sembuh. Jadi totalnya ada delapan orang, ” katanya.

Sementara dari 18 orang pasien positif corona di Kota Malang, delapan dinyatakan telah sehat dan sepuluh lainnya masih melaksanakan isolasi, baik di rumah melempem maupun rumah pasien.

Baca Juga: Pasutri di Malang Positif Corona, Seluruh Tetangga 1 RT Diisolasi

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 177 orang. Rinciannya 104 orang dinyatakan sehat atau siap dalam pengawasan, 61 orang menjalani perawatan, dan sebelas orang meninggal dunia. Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) total terdapat 746 orang.

Baca Juga: Kerumunan Pemuda dengan Masih Nekat Nongkrong Dibubarkan Polisi dan Jalani Rapid Test

(erh)

Membalas Minta Pemudik Diproses Hukum bila Nekat Pulang Kampung

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo meminta daerah yang menerapkan Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) bertindak lebih tegas. Sebab, hingga kini masih banyak ditemukan pemudik daripada Jabodetabek yang nekat pulang wilayah.

“Sekarang pemudik sedang pulang, masih nekat. Saya menimbulkan yang wilayah PSBB agar dalam kencengin , tindakannya bahana kalau perlu sekarang sudah saatnya penegakan hukum dilakukan, ” logat Ganjar, Minggu, 3 Mei 2020.

“Sudah saatnya ada proses hukum, Sudah saatnya, kalau enggak nanti kita enggak akan peraturan, ” tegasnya.

Penjelasan itu disampaikan Ganjar kepada Pemimpin Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo saat rapat terbatas melalui video conference, Minggu kemarin. Hadir di rapat itu, jajaran dirjen lantaran sejumlah kementerian dan gubernur se-Jawa dan Bali.

Selain permasalahan pemudik, Ganjar juga mengadukan berbagai perkembangan penanganan Covid-19 pada Jateng. Di antaranya adalah penyaluran bantuan sosial dan edukasi physical distancing .

“Kami tidak lelah untuk terus menyelenggarakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, meskipun itu tidak mudah serta masyarakat masih banyak yang ngeyel, ” kata Ganjar.

Setelah pemaparan Ganjar, Doni tepat memberikan tanggapan. Kepala BNPB itu juga memuji keseriusan Jawa Sedang dalam menerapkan physical distancing.

“Pasar rakyat di Jawa Tengah itu bagus. Ditata secara rapi. Jadi, ekonomi masih langgeng berjalan tapi protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik. Ini patut dicontoh, daerah lain saya minta menerapkan apa yang dilakukan Jateng, ” kata Doni.

(put)

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pelindo III Catat Pertumbuhan Arus Kapal & Petikemas

SURABAYA – Arus logistik dengan melalui pelabuhan/terminal di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III masih berjalan lancar bertemu target. Bahkan ada kecenderungan merasai peningkatan jika dibandingkan dengan kinerja pelabuhan.

Pertumbuhan tersebut terjadi karena beberapa jurus relaksasi dan stimulus yang diberikan Pelindo III kepada pelaku logistik agar lebih bergairah untuk menggenjot kegiatan ekspor impor dan domestik.

Sebagai operator pelabuhan yang mengoperasikan 43 terminal/pelabuhan, arus petikemas Pelindo III secara keseluruhan hingga bulan April 2020 mengalami kenaikan sebesar 1% sebesar 1, 6 juta Twenty foot Equivalent Units (TEUs) bila dibandingkan pada periode yang sebanding tahun sebelumnya.

Penasihat Utama Pelindo III Doso Mulia mengatakan, hingga bulan April 2020 Pelindo III mencatat kenaikan kemampuan khususnya pada arus kapal serta petikemas. Ia menjabarkan lebih tinggi pada arus kapal terjadi peningkatan sebanyak 3% yaitu 94, tujuh juta GT.

“Terjaganya kinerja positif jasa kepelabuhanan ini berkat komitmen Pelindo III beserta para pengusaha dalam upaya menjaga logistik. Di sisi lain, Pelindo III juga terus menjaga servis operasional dengan tetap beroperasi semasa 24 jam dalam 7 hari (24/7) sebagai komitmen menjaga kelancaran logistik Indonesia sehingga pelayanan kehidupan kepelabuhanan tetap terlayani dengan tertib, ” tegas Doso.

Ditemui ditempat terpisah, Stenven H Lesawengen Ketua DPC INSA jawa Timur mengapresiasi relaksasi dan provokasi yang diberikan oleh Pelindo III karena dapat membantu para karakter logistik di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan berbagai inovasi dan terobosan yang diberikan ini dapat membakar kami untuk menjaga iklim cara logistik baik ekspor/ impor maupun domestik, ” Kata Stenven.

“Terima kasih Pelindo III selalu mengedepankan komunikasi yang berhenti dengan kami stakeholder dimana hal tersebut merupakan faktor penting dalam mewujudkan layanan prima dan pembaruan berkesinambungan, ” tambahnya.

Sementara itu, dalam upaya menyerbu penyebaran Covid-19 di kawasan pangkalan, Pelindo III bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) sesuai aturan kesehatan khusus bagi kapal dengan akan masuk ke kawasan pelabuhan dengan pengecekan kesehatan seluruh ABK secara langsung di atas kapal (on board) sebelum masuk ke alur menuju pelabuhan.

Sesuai dengan Surat Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor: SR. 03. 04/3/3508/2020 tanggal 23 Maret 2020 perihal Penetapan Status Karantina untuk Kapal atau Pesawat dengan Berasal dari Wilayah Terjangkit di Indonesia, Pelindo III memastikan seluruh kapal yang akan sandar dan labuh telah melewati berbagai tingkatan pemeriksaan sesuai standar yang sah.

“Hingga saat ini, kami bersama KKP telah berjalan sama dalam penanganan Covid-19 dalam pelabuhan secara ketat dan seluruh dapat berjalan lancar. Apabila terlihat ada crew atau ABK dengan terindikasi Covid-19, maka kapal itu akan ditempatkan di areal labuh dan mengikuti protokol kesehatan pengerjaan Covid-19, ” lanjut Doso.

Selain di area operasional, upaya pencegahan juga dilakukan di kantor Pelindo III dengan pemeriksaan suhu badan, mewajibkan setiap praktisi dan tamu menggunakan masker, penerapan physical distancing hingga penyediaan hand sanitizer dan minuman multivitamin untuk seluruh pegawai yang beraktivitas. Pihaknya juga mewajibkan seluruh pegawai operasional menggunakan masker dalam beraktivitas jawab mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

“Dengan upaya tersebut, diharapkan kekuatan SDM dalam mengoperasikan pelabuhan/terminal dapat terjaga dan kegiatan kepelabuhanan bisa tetap dijalankan 24/7 non-stop sehingga tidak mengganggu pasokan pemasokan, ” tutupnya. (cm)

(fmi)

Mengenang Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pelajaran Nasional

JAKARTA – Hari Pendidikan Nasional atau yang biasa disebut Hardiknas sangat baik kaitannya dengan sosok Ki Hadjar Dewantara. Ia merupakan tokoh pokok pelopor pendidikan di Indonesia.

Dari sana pula negeri Indonesia menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas yang bertepatan secara hari kelahirannya.

Berdasarkan website resmi bulelengkab. go. id Hardiknas ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959.

Ki Hadjar Dewantara atau yang mempunyai nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat merupakan keturunan keraton Yogyakarta.

Pada masanya Ki Hadjar Dewantara mengenyam pendidikan dalam Sekolah Dasar ELS, dan meneruskan ke sekolah Belanda yang bernama Stovia atau Sekolah Dokter Bumiputera. Sayangnya beliau tidak bisa melanjutkan sampai lulus lantaran sakit.

Ia pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa tempat yaitu Midden Java, Sedyotomo, Oetoesan Hindia, De Express, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan temperamen antikolonial.

Berdasarkan laman Wikipedia. org selain menjadi kuli muda, ia juga aktif di organisasi sosial dan politik.

Sejak berdirinya Boedi Oetomo kini Budi Utomo tahun 1908, ia aktif di seksi ajakan dalam bidang sosialisasi dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam bangsawan dan bernegara.

Usai Diisolasi, 53 Tenaga Medis RSUP Dr Sardjito Negatif Covid-19

SLEMAN kacau Sebanyak 53 tenaga kesehatan RSUP Dr Sardjito, dipastikan bebas Covid-19 setelah hasil tes swab atau usap tenggorok keluar, Kamis (30/4/2020) hari ini. Sebelumnya, nakes kudu menjalani isolasi mandiri dan tes usap tenggorok setelah satu anak obat ditangani tertular sang suami yang juga sempat beberapa hari mengawasi di rumah sakit.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengungkap seluruh hasil uji swab sudah keluar Kamis suangi ini. 53 nakes dipastikan negatif Covid-19 dan akan kembali berjalan seperti biasanya karena terbukti tak tertular dari pasien yang ditangani.

“Sebelumnya, pada Rabu (29/04/2020) sore kami telah dapatkan hasil tes 41 nakes terdiri dari dokter spesialis dan dokter peserta didik yang segenap negatif. Malam ini pukul 19. 00 WIB kami mendapatkan hasil dari 12 nakes yang asing, dengan hasil juga negatif, ” ungkap Banu, Kamis (30/04/2020).

 

Diakui Banu, para tenaga kesehatan sebelumnya memang mengenakan APD kaki untuk menangani pasien sebagai cara pencegahan. Sardjito juga telah menerapkan perbedaan jalur pemeriksaan bagi penderita termasuk adanya screening awal.

“Tenaga kesehatan awak menggunakan APD dan menerapkan penopang sterilisasi meski bukan di tempat isolasi. Uji swab tetap saya lakukan sebagai upaya memutus gegabah rantai penyebaran Covid-19, ” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Sardjito berharap agar para penderita jujur terhadap kondisi yang pantas dihadapi termasuk riwayat kontak atau bepergian. Di sisi lain, awak medis juga berharap agar umum tak membubuhkan stigma negatif di penderita Covid-19 sehingga mereka tidak menutupi atau justru tidak benar.

(wal)

Pemuda 20 Tahun PDP Covid-19 dalam Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

BOGOR porakporanda Empat orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Enau, Jawa Barat kembali dilaporkan meninggal dunia. Satu orang diantaranya adalah pemuda berusia 20 tahun.

“Satu laki-laki status PDP usia 20 tahun asal Cibungbulang meninggal dunia, ” prawacana Ade Yasin, dalam keterangannya, Kamis (30/4/2020).

Kemudian, tiga orang berstatus PDP lainnya yang meninggal dunia yakni laki-laki leler 69 tahun asal Pamijahan, pria usia 39 tahun asal Nanggung dan laki-laki usia 57 tarikh asal Bojonggede.

“Total PDP meninggal dunia oleh sebab itu 31 orang dan yang masih dalam pengawasan 469 orang, ” tambahnya.

 

Tidak hanya itu, kembalo terdapat empat orang dinyatakan positif virus corona yakni perempuan usia 19 tahun asal Caringin, perempuan usia 34 tahun asal Babakan Madang, perempua usia 25 tahun asal Cibinong dan perempuan usia 56 asal Cibinong.

“Jadi total anak obat positif ada 118 orang. Lantaran jumlah itu 94 orang sedang dirawat, 11 orang meninggal negeri dan 13 orang sudah segar, ” tutur Ade Yasin.

Terakhir, total orang dalam pemantauan (ODP) hingga saat ini mencapai 1. 320 orang. Sebanya 323 orang diantaranya masih dipantau dan 997 orang sembuh.

“Kami terus mengimbau kepasa warga Kabupaten Bogor supaya selalu waspada, jaga kebersihan diri dan hindari keramaian atau physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona, ” tandasnya.

(wal)

Mulai Hari Ini Tarif Penyeberangan pada Pelabuhan Merak – Bakauheni Naik

CILEGON – Tarif penyeberangan di lintas Pelabuhan Merak – Bakauheni mengalami kenaikan mulai hari ini Jumat 1 Mei 2020 pukul 00. 00 WIB.

Penyesuaian tarif sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 92 Tahun 2020 tertanggal 22 04 2020 dan Keputusan Direksi Nomor: KM 165/OP/404/ASDP-2020 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul Wibowo membenarkan bahwa per tanggal 1 Mei 2020 akan diberlakukan penyesuasian tarif penyeberangan untuk lintas Merak – Bakauheni.

“Keputusannya penyesuaian tarif sudah dari tanggal 22 April, pembahasanmya sudah dari tahun lalu. Cuma ada gonjang ganjing mau dilaksanakan atau engga. Nah, hasil vicon kemarin itu diputuskan tanggal one Mei (tarif penyeberangan naik), inch ujar Nurhadi saat dikonfirmasi.

 

Dijelaskan Nurhadi, kenaikan tarif sesuai dengan adanya desakan dari para pengusaha pelayaran yang sudah 2 tahun terakhir, tidak ada kenaikan tarif di lintas penyeberangan Pelabuhan Merak – Bakauheni.

Menurut pengusaha pelayaran, lanjut Nurhadi, beban biaya oprasional yg harus ditanggung mereka sudah bukan sebanding dengan pendapatannya.

“Pertimbangan menaikan tarif dikarenakan sudah dituntut oleh perusahan pelayaran yang sudah kesulitan sebelum pandemi (corona) ada, ditambah lagi akhir-akhir ini ada pandemi mereka semakin sekarat, ” ujar Nurhadi.

Diungkapkan Nurhadi, kenaikan tarif bervariasi dari 2 sampai 45 persen tergantung golongannya.

“Tarif itu sudah termasuk tarif jasa angkutan, tarif jasa kepelabuhan, asurasi tanggung jawab pengangkut, iuran pertanggungjawaban kecelakaan penumpang / jasa raharja, ” tuturnya.

Berikut tarif baru di Pelabuhan Merak, Banten for each tanggal 1 Mei 2020:

PENUMPANG

 

Dewasa: Rp. 19. 500, –

Bayi: Rp. 2. 535, –

KENDARAAN

Golongan I (Motor): Rp. 23. 500

Golongan II: Rp. 54. 500, –

Golongan III: Rp116. 000, –

Golongan IV

– Kendaraan penumpang Rp. 419. 000,

– Kendaraan Barang Rp. 388. 000, :

Golongan V

– Kendaraan penumpang Rp. 539. 000, :

– Kendaraan barang Rp. 724. 000, –

Golongan VI

– Kendaraan penumpang Rp. 1. 385. 500, –

– Kendaraan barang Rp. 1. 113. 000, :

Golongan VII: Rp. 1. 615. 000, —

Golongan VIII: Rp. 2. 161. 000, :

Golongan IX: Rp. 3. 361. 000-

(wal)

Bertambah 2, Total Ada 8 Pegawai BNPB Positif Covid-19 Usai Rapid Test

JAKARTA – Pegawai BNPB yang terindikasi positif Covid-19 dari buatan rapid test massal bertambah besar. Saat ini, total sudah tersedia delapan orang yang dinyatakan meyakinkan melalui uji coba tes lekas tersebut.

Pemeriksaan awal yang dilakukan pada Rabu 29 April 2020 yang diikuti oleh 502 orang dan didapatkan ada enam pegawai yang dinyatakan memiliki indikasi terinfeksi virus setelah melalui dua kali pengujian. Ke enam pegawai tersebut tidak menunjukkan sakit atau bergejala.

“BNPB kembali melakukannya pada 349 pegawai pada hari ini. Hasil tes menunjukkan dua pegawai dinyatakan memiliki indikasi terinfeksi virus setelah melalui dua kali pengujian cepat tadi, ” kata Kepala Sumber Daya Manusia BNPB Kheriawan melalaikan siaran pers yang diberikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi & Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Menurut Kheriawan, BNPB sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan uji cepat atau Rapid Tes bagi pegawai dan pekerja sebagai bentuk skrining awal di dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Hal tersebut menjadi penting karena BNPB merupakan garda terdepan dalam upaya pengerjaan dan pencegahan penularan penyakit dengan disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ataupun corona jenis baru, ” perkataan Kheriawan.

 

Menindaklanjuti hasil rapid test tersebut, BNPB memberikan kebijakan kepada enam pegawai tersebut untuk menerapkan isolasi mandiri di lantai 2 Graha BNPB. Kemudian, dokter yang bertugas dan Prof. dr. Nasir memberikan arahan kepada itu bahwa hasil tes cepat ini menunjukkan uji antibodi.

Selanjutnya, ke enam personel yang memiliki indikasi terinfeksi virus dari hasil pemeriksaan antibodi berbasis respon imunologi itu kemudian diuji menggunakan swab tes yang hasilnya akan keluar 3 hingga 5 hari kemudian. Swab tes tersebut juga akan dilakukan selama perut kali. Pengambilan sampel pegawai bertempat di RS Tarakan.

Setelah dilakukan pengambilan sampel, para pegawai tersebut diantar ke rumah dengan ketentuan isolasi mandiri dan pemantauan dari puskesmas setempat. Prosedur ini dimaksudkan sebagai pemantauan aktif, termasuk kepada anggota tim yang lain.

Apabila hasil tes swab positif, mereka akan dikarantina di vila COVID atau Wisma Atlet sehingga penularan ke anggota keluarga atau orang lain dapat dihindari & dicegah.

“Rapid test positif belum tentu Covid-19, jadi tindakan Isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah dengan memelihara jarak dengan anggota keluarga dengan lain, atau jika rumah kecil maka peserta yang positif ini dicarikan ruang atau rumah Covid yang disedikan kabupaten/kota di kawasan masing-masing sambil menunggu hasil swab, ” ucap Kheriawan.

Sebagai upaya pencegahan penyaluran Covid-19, BNPB juga memberikan vitamin, masker, hand-sanitizer serta suplemen herbal kepada para pegawainya.

(wal)

Bacaan lainnya Slot Online

Pengunjung Pasar Lakukan Rapid Test, enam Diantaranya Reaktif Covid-19

PONTIANAK – Negeri Kota Pontianak melakukan tes penularan Covid-19 menggunakan rapid test secara acak di dua pasar tradisional di kota itu. Hasilnya, enam pengunjung dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Kamis (30/4/2020).

“Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengambil sampel secara sebarang di dua lokasi pasar dalam Kota Pontianak. Yakni Pasar Paralel Pal III dan Pasar Teratai, ” terangnya.

 

Sidiq menjelaskan, di Pasar Pal III ada 41 sampel. Hasilnya, dua pengunjung dinyatakan reaktif. Sementara di Pasar Teratai ada 100 sampel, empat di antaranya hasilnya reaktif.

“Setelah ini saya akan melakukan pemeriksaan swab terhadap keenam pengunjung tersebut. Mereka biar harus isolasi mandiri. Kami serupa akan melakukan tracing dan pengecekan kepada keluarganya, ” pungkasnya.

(wal)


Baca Info Lainnya di Data HK