Kasus Tumbal Pesugihan, Polisi Menimbulkan Izin Keluarga Autopsi Jenazah Dandi Saputra

GOWA – Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ataupun (PPA) Reserse Kriminal Polres Gowa, Sulawesi Selatan meminta persetujuan rumpun AP untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Dandi Saputra di pemakaman Kelurahan Gantarang Kecamatan Tinggimoncong. Polisi membutuhkan persetujuan keluarga untuk mampu mengungkap penyebab tewasnya target.

Sebelumnya Dandi Saputra dicurigai oleh tim tewas dengan cara tidak wajar. Selain melihat wajahnya yang penuh luka lebam, kondisi wajah hitam & di sekitarnya ditemukan sira berceceran di dalam kamarnya. Diduga korban tewas kelanjutan dicekoki air garam oleh orangtuanya.

Baca Juga:     Kasus Cungkil Mata Bani, Polisi Periksa 9 Bukti Termasuk Dukun

Menurut keluarga AP dengan juga paman korban, Udara saat ini proses penyelidikan tentang tewasnya Dandi Saputra Diserahkan kepada polisi untuk diungkap.

Biar demikian, keluarga Dandi Saputra mengakui masih ada keluarganya yang menolak untuk dikerjakan pembongkaran makam. Usai menyambut persetujuan dari keluarga, polisi berjanji akan segera menyelenggarakan pembongkaran makam dan melayani proses autopsi.

Sudah sepekan berlalu pemakaman terhadap jenazah Dandi Saputra yang diduga tewas kelanjutan dijadikan tumbal oleh kedua orangtuanya di Gowa. Sementara adiknya, AP yang pula diduga dijadikan tumbah pesugihan matanya dicungkil.

Keluarga korban berharap polisi secepatnya melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab tewasnya Dandi Saputra. Baca Juga:   Aksi Heroik TNI masa Bocah AP Disiksa Orangtuanya sebagai Tumbal Pesugihan

(Ari)

Objek Meninggal Akibat Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah 1, Total 45 Orang

TANGERANG – Korban tewas kebakaran di Lapas Tangerang, meningkat satu orang. Korban sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten.

Diketahui, korban ke-45 ini berinisial H (42). Korban meninggal, pada Sabtu 11 September 2021, sebetulnya malam jam 21. 30 WIB.

Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Keterangan (HPI) RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani membenarkan, pihak anak telah diberitahu. Korban menderita luka bakar, hingga 63% dan sempat mengalami keras.

“Tuan H, 42 tahun, dengan besar luka bakar 63 upah, on WSD (water sealed drainage, Red) dan post-debridement, ” katanya, kepada wartawan, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga:   Polisi Sita Handphone maka Kunci Gembok Terkait Kebakaran Lapas Tengerang

Dilanjutkannya, sebelumnya H telah menjalani operasi debridement pada Kamis 9 September 2021. Debridement merupakan operasi pembersihan luka, dan pengangkatan jaringan yang terbakar di tubuh korban.

“H meninggal lantaran trauma inhalasi dan luka menjilat grade tiga, yakni sekitar 63%, ” tuturnya.

(aky)

Satpol PP-WH dan Warga Tangkap 2 Pasangan Mesum di Banda Aceh

ACEH – Dua pasangan mesum di Banda Aceh ditangkap warga di dua tempat terpisah. Salah satu pasangan mengaku telah melakukan hubungan terlarang layaknya suami istri yang dikuatkan dengan bahan bercak darah. Kini itu harus menerima sanksi hukum syariat Islam yang aci di Aceh, yakni bersifat hukuman cambuk di hadapan umum.

Keempat muda mudi non muhrim ini digereb ek warga saat sedang berduaan dan melakukan hal yang dilarang di kos-kosan mereka. Dua di antaranya diamankan di Desa Jeulingke yaitu AR, laki dan NK, perempuan. Keduanya merupakan mahasiswa.

Sedangkan pasangan satu lagi diamankan di Desa Lambhuk yaitu PM, laki dan ZM, wanita, yang merupakan karyawan di perusahaan yang sebanding.

Saat ini mereka ditahan untuk memudahkan proses penyidikan. Mereka terancam hukuman cambuk sesuai secara perbuatan pelanggaran yang dikerjakan para pelaku.

Baca juga: Muda-mudi Tepergok Mesum Dalam Mobil, Panik Buru-Buru Betulkan Celana)

Kasat Pol PP-WH Kota Banda Aceh Ardiansyah mengatakan mulia pasangan mengaku telah berhubungan dan ditemukan juga bahan lainnya. Sedangkan yang dalam Lambhuk masih didalami lagi. Jika terbukti bersalah, itu akan menerima hukuman dorongan sesuai aturan syariat Agama islam yang berlaku.

Menurut Ardiansyah, fenomena pengingkaran syariat Islam di Praja Banda Aceh dalam kaum minggu ini cukup meningkat. Pada umumnya yang diamankan merupakan mahasiswa. Sehingga penegakan syariat Islam menjadi tanggng jawab bersama yang memang harus di kawal oleh berbagai pihak.

  (Baca juga: 3 Pasangan Mesum pada Aceh Diamankan, Terancam Aniaya Cambuk)

(sst)

Tinjau Vaksinasi Pelajar SLB, Jokowi: Covid-19 Selalu Mengintip Kita

JAKARTA kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan meninjau kesibukan vaksinasi Covid-19 di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Yogyakarta, Kabupaten Bantul, pada Jumat (10/9/2021).

Kegiatan vaksinasi tersebut dilaksanakan bagi sekitar 375 pelajar SLB 1 DIY.

“Pagi hari ini, saya meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk kurang lebih 375 pelajar SLB yang kita harapkan ini mampu memberikan perlindungan, memberikan proteksi secara maksimal kepada para pelajar SLB, ” cakap Jokowi dilansir dari rilis Biro Pers Sekretariat Pemimpin.

Kepala Negara juga terus mengingatkan asosiasi untuk selalu waspada kepada penyebaran virus corona secara tetap disiplin mematuhi aturan kesehatan.

Menangkap juga:   Jokowi Mempertimbangkan Vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta

“Kita semuanya, masyarakat harus sadar kalau Covid selalu megintip kita sehingga protokol kesehatan kudu terus dilakukan terutama mematuhi masker, ” tandasnya.

Dalam kegiatan itu, seorang pelajar SLB bertanda M. Latif Haryo, dengan juga merupakan pemenang lomba menyanyi tingkat nasional melahirkan rasa bangganya kepada Presiden karena berkesempatan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga:   Jokowi Ucapkan Selamat HUT Ke-20 ke Partai Demokrat

“Saya bangga karena teman-teman disabilitas bisa menyambut kesempatan untuk vaksin, ” tuturnya.

Polda Jateng Bakal Tindak Perusahaan Buang Limbah ke Kali Bengawan Solo

SEMARANG Polda Jawa Tengah (Jateng) bakal menindak perusahaan yang menghapuskan limbah sehingga mencemari Sungai Bengawan Solo.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi melalui Kombes Iqbal Alqidusy, mengatakan, Polda Jateng akan melakukan kordinasi balik dengan DLHK, untuk mendapatkan data-data perusahaan yang datang saat ini, tidak mengindahkan sanksi adminstratif yang dibebankan oleh DLHK.

“Polda Jateng mau langsung melakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut. Jika benar akan kita tindak bahana, ” kata Kombes Iqbal Alqudusy, Kamis (9/9/21).

Iqbal menyampaikan, apabila dari perusahaan tersebut sedang melakukan dumping, bisa dipakai Pasal 114 UU nNo 32 Tahun 2009.

“Kami akan berkoordinasi dengan DLHK. Kami pula akan melakukan pendataan kembali terhadap perusahaan yang memandang enteng hal seperti itu, ” ucap Iqbal.

Ia menjelaskan, di dalam Pasal 114 UU PPLH, setiap penanggung jawab daya atau kegiatan yang tak melaksanakan paksaan pemerintah, mau dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Kasus limbah yang menyemari Bengawan solo, Polda Jateng sedang dilakukan penyidikan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada awak jalan, ” tuturnya.

Iqbal pun mengimbau semua perusahaan yang ada pada wilayah Solo untuk tak membuang limbah di Kali Bengawan solo.

Baca Juga: Kapolda Jateng Panen dan Tabur 3. 000 Benih Ikan di Polsek Jajaran Polres Sukoharjo

“Setelah ada titik terang daripada hasil penyidikan kami, kami akan langsung tindak kasar pemilik perusahaan, ” tuturnya.

(erh)

Petugas Kesulitan Identifikasi Awal Target Kebakaran Lapas Tangerang

TANGERANG – Kasubdit Dokpol Biddokdes Polda Metro Hebat, Asep Yunardi, menjelaskan perihal jenazah korban kebakaran lapas kelas satu Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari.

Sebelumnya, diketahui dari kebakaran hebat yang melanda lapas tersebut menimbulkan 41 objek jiwa.

Dia menuturkan, untuk masa ini korban jenazah diberi inisial. Ia mengaku pengganggu untuk melaukan identifikasi awal terhadap para korban yang mengalami luka bakar.

“Semua masih Mr X belum ada namanya, untuk identifikasi di RS Polri. Kondisi sebagian tinggi alami luka bakar betul sulit untuk identifikasi asal. Untuk kepentingan hukum penyelidikan semua jenazah ke RS Polri, ” ujar Asep Yunardi di RSUD Kabupaten Tangerang pada Rabu (8/9/2021)

Sementara, langkah yang sedang ditempuh zaman ini ialah dengan melakukan identifikasi awal dengan menilik beberapa jenazah.

“Sejauh ini yang lulus diidentifikasi awal semua jenazah sudah di sini, 10 sudah diperiksa secara penjagaan awal, lalu kita lanjutkan di RS Polri Sukamto, ” ujarnya.

Karena itu, Asep Yunardi menyebutkan, jenazah dibawa ke RS Polri guna menyelenggarakan penyelidikan lebih lanjut.

“Kondisi sebagian mulia alami luka bakar benar sulit untuk identifikasi mula. Untuk kepentingan hukum analisis semua jenazah ke RS Polri, ” tuturnya.

Baca Juga: 7 Bukti Kebakaran Lapas Tangerang, Tewaskan 41 Orang hingga Overkapasitas

(erh)

KPK: Rata-Rata Harta Kekayaan Bagian DPR Rp23 Miliar

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan potret harta kekayaan para penyelenggara negara tahun 2020. Berdasarkan data statistik yang dibeberkan KPK, anggota DPR serta DPRD memiliki rata-rata kekayaan paling tinggi dibanding penyelenggara negara lainnya.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan menyebut, rata-rata kekayaan yang dimiliki anggota DPR berdasarkan analisa awak lembaga antirasuah, senilai Rp23 miliar. Sedangkan rata-rata kekayaan anggota DPRD, sekira Rp14 miliar.

“Tidak ada niat yang bilang bahwa jika DPR rata-rata (harta kekayaannya) Rp23 miliar itu orang DPR lebih kaya dibanding DPRD kabupaten kota, tidak, ” ucap Pahala masa mengikuti Webinar Talkshow LHKPN yang ditayangkan lewat YouTube KPK, Selasa (7/9/2021).

“Tapi kira-kira, bangsa bisa menduga, bahwa rata-rata kekayaannya Rp23 miliar bagian DPR gitu, diikuti sebab DPRD Kabupaten Kota kira-kira Rp14 miliar, lantas BUMN, DPD, dan selanjutnya, ” imbuhnya.

Bagian DPR atau DPRD dengan mempunyai harta kekayaan dengan nilai fantastis, kata Balasan, biasanya pengusaha ataupun mantan pebisnis yang kemudian masuk di legislatif. Harta imbalan mereka, umumnya berasal dibanding perusahaan yang dikelola.

“Tapi, pada saat yang serupa ada juga nilai kekayaan terendah yang menjadikan diantara kementerian dan institusi, masih ada yang mengadukan bahwa hartanya minus Rp1, 7 miliar, Rp1, 7 triliun, jadi kita pikir Rp1, 7 triliun kurang. Pada saat yang sama yang tertingginya bisa sampai Rp8 triliun, ” beber Pahala.

“Nah kalau yang pengusaha biasanya ngisi harga sahamnya saja, tidak nilai perusahaannya. Berapa sahamnya, itu saja dicatat, ” imbuh dia.

(kha)

3 Hari Ganjil Genap dalam Bandung, Volume Kendaraan Mendarat Nyaris 30 Persen

BANDUNG – Pemberlakuan sistem langka genap di Kota Bandung diklaim mampu menekan mobilitas klub, khususnya saat akhir pasar.  

Kasat Lantas Polrestabes Bandung,   AKBP M Rano Hadianto mengatakan, ribuan kendaraan berplat nomor luar Kota Bandung diputar balik selama implementasi aturan tersebut.  

“Volume kendaraan dari asing Kota turun. Total tersedia 4. 274 unit organ yang diputar balik, ” ujar Rano, Senin (6/9/2021).  

Rano merinci, pada hari prima pemberlakuan aturan ganjil penuh, jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 894 instrumen, sedangkan pada hari kedua mencapai 2. 391 organ.  

“Adapun di hari ketiga ataupun hari Minggu kemari, total sebanyak 981 unit (kendaraan), ” sebutnya.  

Menurut Rano, pemberlakuan aturan ganjil genap dapat menekan volume kendaraan dari luar Kota hampir 30 persen dibandingkan hari yang sama sebelum aturan ganjil genap diterapkan.  

Baca juga:   Miring Genap di Akhir Pasar, Kendaraan di GT Pasteur Paling Banyak Diputar Pulih

“Untuk kemerosotan (volume kendaraan masuk) sebesar 30 persen, ” ucapnya.  

Diketahui, aturan ganjil genap pada Kota Bandung berlaku pada lima gerbang tol. Selain di Gerbang Tol Pasteur, aturan ganjil genap selalu diberlakukan di empat gerbang tol lainnya di Kota Bandung, yakni Gerbang Tol Pasirkoja, Gerbang Tol Mohamad Toha, Gerbang Tol Kopo, dan Gerbang Tol Bahan Batu yang menjadi pintu masuk favorit warga luar kota ke Kota Bandung.  

(qlh)

Petugas Usut Tuntas Pelaku Pengrusakan Masjid Ahmadiyah di Kalbar

JAKARTA – Aparat kepolisian menyatakan sedang menyelenggarakan identifikasi terkait dengan para-para pelaku pengrusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang Kalimantan Barat (Kalbar).

“Masih diidentifikasi (pelaku), ” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

Donny memastikan, pihaknya akan melakukan pengusutan terpaut dengan peristiwa tersebut. Dia juga menyebut sampai era ini belum ada pihak yang ditangkap.

“Iya sedang diusut. Tim gabungan Polda Kalbar & Polres Sintang lagi hidup mengusut kasus pengrusakannya, ” ucapnya.

Menyuarakan juga:   Perusakan Panti Ibadah Ahmadiyah di Kalbar, Menag: Proses Secara Dasar!

Menteri Petunjuk (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya meminta aparat penegak hukum menindak tegas karakter perusakan tempat ibadah jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat oleh sekelompok orang. Menurutnya, tindakan main hakim sendiri tidak mampu dibenarkan dan merupakan pengingkaran hukum.

Menyuarakan juga:   Mahfud MD Minta Kapolda dan Gubernur Kalbar Segera Tangani Peristiwa Perusakan Masjid Ahmadiyah

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum, ” tegas Yaqut dalam keterangannya dikutip, Sabtu 4 September 2021.

(fkh)

8 Bandar Narkoba Dikirim ke Nusakambangan, Satu di Antaranya Terpidana Mati

JAKARTA – Sebanyak delapan tahanan yang merupakan bandar narkoba di daerah Jawa Barat dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Karanganyar di Pulau Nusakambangan. Lapas Nusakambangan sendiri ialah Lapas Super Maximum Security.

Pemindahan delapan bandar narkoba tersebut dikerjakan secara bertahap. Di mana, terdapat enam narapidana Lapas Narkotika Kelas IIA Bukit Sindur berinisial S, MS, R, JS, PA, & BPS yang dikirim ke Lapas Kelas IIA Karanganyar, pada hari ini.

Sehari sebelumnya, dua narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandung, ZF serta AD, telah terlebih awal dipindahkan ke Lapas dengan sama. Seluruhnya, merupakan bandar narkoba dengan hukuman tangsi mulai dari empat tarikh hingga seumur hidup, bahkan hukuman mati.

Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Sudjonggo menuturkan, pemindahan delapan narapidana tersebut merupakan cara untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Lapas atau Rutan. Hal ini, juga sebagai bentuk pencegahan adanya gangguan keamanan serta ketertiban di dalam Lapas dan Rutan.

“Kami berkomitmen dalam memerangi narkoba dan tidak main-main akan mengirim bandar ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan untuk memutus timbil rantai peredaran narkoba, utamanya di Lapas dan Rutan, ” kata Sudjonggo mencuaikan keterangan resminya, Jumat (3/9/2021).

Baca Pula:   Pembunuhan Pokok dan Anak di Subang, Polisi Analisis HP Sebanyak Saksi

Proses pemindahan narapidana dilakukan sesuai dengan standar protokol pencegahan dan penanganan Covid-19, serta melibatkan pengawalan teliti dari anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Barat dan petugas Lapas.

Dalam pelaksanaannya, seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersikap kooperatif, Rutan Kelas I Bandung dan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung dilaporkan dalam keadaan tenang dan kondusif.

(aky)