Orang tengah Penjual Gadis ABG Jaksel Diduga Anggota Sindikat

JAKARTA – Seorang cukup umur perempuan 15 tahun menjelma korban prostitusi online usai dijual lewat aplikasi MiChat oleh seorang muncikari. Meski telah menyimpan satu orang, Kepala Dasar Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar menduga ada jaringan sindikasi di balik kasus tersebut.  

“Masih berkemungkinan melibatkan satu sindikasi. Ada orang yang bertugas untuk menangkap atau mencari, kemudian ada yang ditugaskan untuk menampung, kemudian ada yang ditugaskan untuk menyalurkan atau menganjurkan jasa secara sexual, ” ucap Akbar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (16/7/2021).  

Baca juga:   Gadis ABG Jaksel Suram Sejak Juni, Ternyata Dijual Muncikari Via Aplikasi Online

Dugaan tersebut atas dasar penangkapan satu muncikari berinisial AWR (20). Diduga korban dan simpulan tidak saling kenal. Petugas pun mencurigai adanya pihak perantara antara korban & AWR.  

Akbar menyebut korban anak di bawah umur terperangkap dalam prostitusi online sudah memutuskan pergi dari panti pada Juni 2021. Zaman itu korban ditengarai pantas ada masalah dengan keluarganya.  

“Korban tadi ada masalah di dalam lingkungan rumah, kemudian melarikan diri sehingga dia bertemu dengan orang yang kita taksir sebagai penyambung tersebut. Kemudian dipertemukan dengan tersangka itu, ” ungkapnya.    

Baca juga:   Muncikari Ditangkap era Jajakan 6 Wanita ke Pria “Hidung Belang” di Merak

Semasa menjadi korban prostitusi online, korban ditampung di perut apartemen di wilayah Kalibata dan Jagakarsa Jakarta Daksina. Lewat aplikasi MiChat, tersangka menawarkan korban dengan makna berkisar Rp500 ribu mematok Rp 1 juta.    

“Kita mendeteksi dari awal Juni berjalan. Kalau dari buatan pendalaman kita setidaknya ada tiga sampai empat kala eksploitasi seksual terjadi, ” terangnya.