Nurdin Abdullah: Penanganan Cov1d-19 Tak Dapat Kendor

MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah tak menampik adanya peningkatan kasus COVID-19 belakangan ini. Menurut nya, salah satu penyebabnya efek sejak tahapan pelaksanaan pilkada serentak 2020. Kondisi yang juga terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia.

“Itu yang saya sampaikan (peningkatan kasus) bukan hanya kita (Sulsel), semua terjadi. Dan tersebut impact-nya apa, kita baru melakukan pilkada, ” papar Nurdin.

Kendati begitu, perihal ini tidak bisa dibiarkan. Penanganan COVID-19 tidak boleh kendor. Nurdin menegaskan, semua daerah perlu memperketat kembali standar protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19. “Saya sudah sampaikan kepada para bupati/wali kota, biar kita lebih ketat lagi. Kita nggak bisa pungkiri, kita mutakhir melaksanakan pesta demokrasi, ” tambahan dia.

Mantan bupati Bantaeng ini juga akan mengevaluasi pelaksanaan prokes di setiap kesibukan usaha dan bisnis, termasuk di perhotelan. Kegiatan yang berpotensi menerbitkan kerumunan perlu diawasi ketat. Nurdin tak ingin aktivitas usaha dengan tujuannya untuk pemulihan ekonomi, justru menjadi klaster baru. Kondisi yang bisa terjadi jika prokes dilanggar.

Pelaksanaan prokes, cantik hotel, resto hingga mal bakal dievaluasi penerapan prokesnya. “Nah itulah, makanya kita lagi bicarakan. Kita akan coba lebih ketat teristimewa dan beri punishment kepada seluruh termasuk hotel, warkop, rumah sajian, yang tidak mengindahkan protokol kesehatan tubuh, ” tegas dia.

Dia mewanti-wanti, tidak segan-segan mau memberi sanksi tegas kepada pengusaha, baik pengelola hotel, restoran, kepala yang tidak mendukung penanganan Covid-19 di Sulsel. “Kita tutup (usahanya). Kita harus tegas, ” urai Nurdin.

Ketua Awak Ahli Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin juga tak menampik, adanya peningkatan kasus COVID-19. Kenaikan tersebut terjadi sejak dua pekan terakhir. “Dua pasar terakhir ini kasus naik signifikan. Dipengaruhi oleh efek pilkada, kluster keluarga naik, dan isolasi sendiri yang tinggi, ” singkat Ridwan yang dikonfirmasi.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel agenda 13 Desember 2020, akumulasi peristiwa positif di Sulsel tercatat menyentuh 23. 199 orang. Namun 19. 472 di antaranya telah segar, dan 531 orang dinyatakan meninggal dunia.

CM

(yao. -)