Kemendikbud Wujudkan Guru Penggerak Sebagai Pucuk Tombak Transformasi Pendidikan

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kultur, Nadiem Anwar Makarim meluncurkan “Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak” melalui Webinar dan disiarkan tepat di YouTube Kemendikbud RI, Jumat (3/7). Dalam seminarnya, Nadiem menjelaskan, Guru Penggerak bisa dibilang agenda terpenting di dalam Kemendikbud, karena mau sebaik apapun teknologi pelajaran, kurikulum, infrastruktur pendidikan di sekolah-sekolah tidak ada yang bisa mewakili peran guru penggerak untuk mentransformasi budaya sekolah kepada pembelajaran siswa-siswi.

“Guru Penggerak adalah ujung tombak, karena dia dengan akan menggerakan perubahan yang real, ujung-ujungnya reformasi pendidikan di Nusantara harus berawal dan berakhir kepada guru, kepada manusia dewasa yang memimpin unit-unit pendidikan, kelas-kelas kita, perubahan harus terjadi. Jadi tersebut adalah inisiatif terpenting di Kemendikbud, ” ujar Mendikbud, Nadiem Makarim.

Menteri Nadiem menambahakan, Guru Aktivis adalah ujung tombak bagi transformasi pendidikan. Menjadi guru penggerak perlu mengidentifikasi 6 Profil Belajar Pancasila, yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong, bekebinekaan global, berotak kritis, dan mandiri.

“Jadi 6 Profil belajar pancasila adalah tujuan utama capaian mandiri belajar dan guru penggerak biar harus memiliki karakteristik 6 profil belajar, ” tutur Nadiem.

Guru Penggerak sebenarnya sepadan program pelatihan, program identifikasi & pelatihan dan pembibitan calon pemimpin-pemimpin pendidikan di masa datang, menjadi agen-agen pendidikan yang akan menjadi calon-calon kepala sekolah, calon-calon kepala sekolah, dan calon-calon pelatih kalender pelatihan.

Namun serupa program pelatihan dan pembinaan daripada guru-guru kita dan juga untuk membesarkan dampak dari guru-guru aktivis. Nadiem menyakinkan, guru penggerak ada di masing-masing daerah dan madrasah hanya saja kita belum mengetahui siapa mereka.

Program itu untuk mencari bibit-bibit pemimpin pelajaran di masa depan. Itulah sungguh pentingnya proses identifikasi. Guru penggerak bukan berarti guru yang cantik atau pandai mengajar saja. Tutor yang baik adalah mendorong hasil muridnya, mengajar dengan kreatif & inovatif, dan mengembangkan kompetensi dirinya secara aktif.

Tetapi, ternyata guru yang baik belum cukup bisa menjadi guru penggerak. Guru penggerak adalah guru yang mempunyai semua karakteristik, punya real untuk memimpin, berinovasi, melakukan dengan baik.

“Dia mendorong tumbuh kembang murid, bukan cuma di kelasnya, tetapi juga pada kelas lain untuk tumbuh dengan holistik, mengikuti Profil Pelajar Pancasila. Guru penggerak akan keluar dari kurikulum apa yang ditentukan akan tetapi juga melihat apa saja penumpu pencapaian Profil Pelajar Pancasila & bagaimana mengubah semua aktivitas melancarkan untuk menjaga keutuhan 6 bentuk pelajar tadi, ” imbuh Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem mengungkapkan, guru penggerak akan termotivasi untuk menjadi coach atau mentor bagi guru-guru lain di dalam sekolahnya, bahkan di luar sekolah. & mereka menjadi teladan dan mata-mata perubahan dalam ekosistem pendidikan. Nadiem menegaskan, Kemendikbud berkomitmen bahwa galur karir kepemimpinan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas, dan pelatih pengasuh akan diprioritaskan dari grup kiai penggerak ini dan Kemendikbud akan berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah & Kepala Dinas untuk memastikan itu semua terjadi.

“Hal tersebut menjadi penting karena minus punya kepemimpinan di masing-masing unit pendidikan kita yang baik, kepala-kepala sekolah dan pengawas sekolah berfokus pada kualitas pembelajaran, fokus dalam meningkatkan kemampuan masing-masing guru dalam sekolahnya, barulah transformasi pelajaran akan terjadi. Kepemimpinan adalah segala-galanya di masing-masing unit pendidikan kita, ” pungkasnya. CM

(yao)

Loading…