Keadaan Pertama PKM, Personel Gabungan Jaga Pintu Masuk Denpasar

DENPASAR – Tim gabungan melakukan pemantauan di sebesar pintu masuk pada hari pertama pemberlakuan Perwali Nomor 32 Tarikh 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Ada delapan pintu merembes ke Kota Denpasar dipantau tim gabungan.

Tim gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI/Polri, Pecalang, Dinas Kesehatan, serta petugas lantaran instansi terkait lainnya terlihat mengabulkan pemantauan seperti di Pos Harmonis, Penatih. Mereka memantau orang dengan masuk Kota Denpasar.

Umum yang akan memasuki Denpasar diminta menunjukkan surat identitas serta haluan yang jelas. Bila tidak memiliki tujuan yang jelas mereka tidak segan-segan diminta putar balik.

Baca Selalu:   854 Orang Dirawat di RS Wisma Atlet, 741 di Antaranya Positif Covid-19 

Pada pemantauan dalam Penatih, sediikitnya ada tiga karakter yang diminta untuk putar pulih. “Mereka ini tidak memiliki tujuan yang jelas, sehingga kami mengambil untuk putar balik, ” perkataan Kabid Pengendalian Dishub Denpasar, Wayan Tagel Sidarta, Jumat (15/5/2020).

Selain tiga orang yang diputar pulih, ada pula empat orang dengan hendak mudik. Kemudian, 46 orang yang tidak membawa surat masukan kerja. Namun, yang tidak membawa surat keterangan kerja ini sedang bisa melanjutkan perjalanan karena tersedia tujuan yang jelas.

Selain melakukan pemantauan, beberapa pengendara yang melalui jalur tersebut serupa dilakukan rapid test. Sedikitnya 17 orang yang berasal dari wilayah terpapar Covid-19 dilakukan rapid test. Hasilnya negatif semua.

Tagel Sidarta mengatakan, saat ini ada delapan lokasi yang mengabulkan pemantauan. Selain di Pos Penatih, juga ada di Pos Induk, Jalan Cokroaminoto, selaku pos pokok. Selain itu, ada pula di Jalan Kebo Iwa, Jalan Bukit Salak, kawasan Biaung, serta lokasi lainnya.

Baca Pula:   Heboh Surat Bebas Covid-19 di Toko Online, Ini Respons RS Mitra Keluarga

(Ari)