Kasus Tumbal Pesugihan, Polisi Menimbulkan Izin Keluarga Autopsi Jenazah Dandi Saputra

GOWA – Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ataupun (PPA) Reserse Kriminal Polres Gowa, Sulawesi Selatan meminta persetujuan rumpun AP untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Dandi Saputra di pemakaman Kelurahan Gantarang Kecamatan Tinggimoncong. Polisi membutuhkan persetujuan keluarga untuk mampu mengungkap penyebab tewasnya target.

Sebelumnya Dandi Saputra dicurigai oleh tim tewas dengan cara tidak wajar. Selain melihat wajahnya yang penuh luka lebam, kondisi wajah hitam & di sekitarnya ditemukan sira berceceran di dalam kamarnya. Diduga korban tewas kelanjutan dicekoki air garam oleh orangtuanya.

Baca Juga:     Kasus Cungkil Mata Bani, Polisi Periksa 9 Bukti Termasuk Dukun

Menurut keluarga AP dengan juga paman korban, Udara saat ini proses penyelidikan tentang tewasnya Dandi Saputra Diserahkan kepada polisi untuk diungkap.

Biar demikian, keluarga Dandi Saputra mengakui masih ada keluarganya yang menolak untuk dikerjakan pembongkaran makam. Usai menyambut persetujuan dari keluarga, polisi berjanji akan segera menyelenggarakan pembongkaran makam dan melayani proses autopsi.

Sudah sepekan berlalu pemakaman terhadap jenazah Dandi Saputra yang diduga tewas kelanjutan dijadikan tumbal oleh kedua orangtuanya di Gowa. Sementara adiknya, AP yang pula diduga dijadikan tumbah pesugihan matanya dicungkil.

Keluarga korban berharap polisi secepatnya melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab tewasnya Dandi Saputra. Baca Juga:   Aksi Heroik TNI masa Bocah AP Disiksa Orangtuanya sebagai Tumbal Pesugihan

(Ari)