Kasus Covid-19 Kian Melonjak, Rumah Kecil di Kota Sorong Hampir Sempurna

SORONG – Jumlah kasus terkonfirmasi membangun Covid-19 di Kota Sorong, Papua Barat, hingga Senin (14/9/2020) kembali meningkat. Dilaporkan ada penambahan tertinggi dari semua hasil pemeriksaan dengan pernah diterima sebelumnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sorong Papua Barat, Ruddy Rudolf Laku, menjelaskan, dari laporan hasil pemeriksaan sample, dimana sebanyak 51 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan 145 sampel yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Makassar.

“Dari 51 positif tersebut terbanyak ada di Kelurahan Klasaman, Malawei dan Malanu. Sedangkan dengan dinyatakan sembuh hanya 11 orang. Hasil ini belum ditambah secara 339 sampel yang masih di pemeriksaan di laboratorium Makassar, ” jelas Ruddy Rudolf Laku, di dalam keterangan pers kepada wartawan di Posko Covid-19, kompleks Kantor Pemangku Kota Sorong.

Lanjut Ruddy, dengan melihat kondisi penambahan jumlah pasien positif Covid-19 yang tidak sebanding dengan kesembuhan, menjadikan sarana prasarana atau sarana kesehatan hampir penuh.

“RSUD Selebesolu sudah penuh, RS Rujukan Kampung Terakhir hampir penuh, tempat karantina Diklat Kampung Salak kapasitas 70 sampai 75 pasien dan sudah terisi 64 pasien”, terang Ruddy.

Secara kondisi ini, Ruddy mengklaim, Kota Sorong masuk dal zona merah Covid-19 dimana hal ini terlihat dengan rincian data keseluruhan kelanjutan Covid-19 di Kota Sorong yaitu kontak erat total 3323, metode karantina 48 orang dan discharded 3275 orang.

Kemudian, suspek sebanyak 517 karakter, dalam pemantauan 66 orang, medium dirawat 10 orang, discharded 441 orang dan probable 5 karakter. Hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif 537 orang, negatif 2514 orang & sembuh 319 orang. Untuk dengan meninggal terkonfirmasi positif sudah 11 orang, negatif 4 dan probable atau suspek 5 orang.

“Oleh sebab tersebut diharapkan kepada masyarakat untuk kita bersama-sama menjaga protokol kesehatan. Karena penyebaran sudah melalui transmisi lokal, jika ini kita biarkan dan terus berlanjut, kami khawatir daya penanganan baik di rumah kecil maupun Diklat Kampung Salak tak akan mampu menampung lagi. Oleh sebab itu kita bersama-sama bertanggungjawab dalam memutus penyebaran Covid-19 di Kota Sorong ini”, tutur Ruddy.

(kha)