Jakarta PSBB Transisi, Epidemiolog: Harusnya Cek Dulu Pengaruh Demo terhadap Nilai Covid-19

JAKARTA – Kepala Departemen Epidemiologi FKM Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang kembali menerapkan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) transisi.

“Menurut saya salah DKI-nya, seolah-olah sudah mau masuk ke normal begitu, ” kata Miko saat dihubungi Okezone , Senin (12/10/2020).

Miko memperhitungkan, seharusnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperhitungkan terlebih dahulu konsekuensi aksi demonstrasi terkait pengesahan Omibus Law RUU Cipta Kerja.  

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

“Padahal belum melihat dampak demo  (RUU Cipta Kerja) dan kapasitasnya juga belum dijelaskan, apakah daya rumah sakit sudah berkurang atau apakah masih penuh, ” jelasnya.

Di lain bagian, kebijakan rem darurat dengan PSBB ketat juga dianggapnya tidak lulus. Pasalnya, angka penularan Covid-19 sedang tetap tinggi di Ibu Kota.

Baca juga:   PSBB Transisi Jakarta: Taman Dibuka Kembali, Tempat Ibadah Harus Petunjuk Pengunjung

Lantas, apa saran Miko? Menurutnya DKI bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL), sebelum memutuskan kembali menjemput kebijakan PSBB transisi.