Ini Sektor yang Diperbolehkan Beroperasi masa Penerapan New Normal di Tangsel

TANGERANG SELATAN – Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Tinggi (PSBB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan berlangsung hingga 14 Juni 2020. Fase ini dianggap sebagai langkah permulaan, menuju pemberlakuan new normal atau tatanan kesibukan baru yang akan diterapkan lalu.

PSBB tahap 4 yang tengah berlangsung, memiliki banyak perbedaan dibanding pembatasan sebelumnya. Di antaranya pada sektor ekonomi yang mulai diberi pelonggaran untuk kembali beroperasi, meskipun skalanya sedang terbatas dan dalam pengawasan erat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Pelaku usaha yang terdiri dari berbagai level mengaku, efek wabah Covid-19 membuat omset mereka anjlok hingga sekira 60 persen. Bahkan disebutkan, untuk sektor Jalan Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) keterpurukan itu menyebabkan sebagian itu terpaksa gulung tikar.

“Sejak pembatasan PSBB mula-mula tanggal 18 April lalu, bersambung bulan Mei, membuat banyak negeri usaha itu terpuruk. Kalau menurut saya sampai 60 persen. Menyesatkan parah itu sektor UMKM, karena mereka sulit bertahan dengan kecakapan cadangan fiskal yang sangat terbatas, ” ungkap Rizal Bawazier, pengusaha sekaligus CEO RB Grup, pada Okezone, di Pamulang, Tangsel, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Rizal, pelaku usaha bisa sedikit bernafas lega dengan pelonggaran PSBB tahap 4 kali ini. Meski begitu, tidak serta-merta iklim bisnis bisa cepat pulih. Minimal, kata dia, ada perbaikan berangsur-angsur bagi dunia usaha di Kota Tangsel.

“Saya kira satu bulan ke pendahuluan perlu kerja ekstra keras kembali menghidupkan sektor ekonomi, khususnya UMKM. Saya sendiri merasakan merosotnya omset bisnis di periode PSBB sebelumnya. Sekarang mulai bangkit lagi, para pekerja pun semakin semangat karena mereka juga sadar harus bahu-membahu membuat situasi perusahaan pulih kembali, ” katanya.

Di samping itu, Rizal sendiri mengkritik kebijakan pemerintah kota Tangsel yang dinilai tak konsisten melakukan tahapan demi tahapan PSBB. Barang apa yang diumbar secara resmi, ternyata tak berjalan di lapangan. Kondisi demikian, dijelaskan dia, memicu pengerjaan Covid-19 tak efektif hingga berbuntut pada perpanjangan PSBB.

“Ya kalau konsisten secara kebijakannya kan nggak mungkin selalu diperpanjang. Upaya penegakan kebijakan itu harus jelas dari atas sampai tingkat bawah, sehingga efektif pencegahannya. Kalau PSBB diperpanjang berarti tersedia target yang tak tercapai, serta itu otomatis berdampak pula di dalam dunia usaha, ” ucapnya.

Sementara itu, Besar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana menerangkan, pelonggaran terhadap pelaku usaha jasa dan perdagangan memang mulai diberlakukan sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 19 Tahun 2020.

“Itu dijelaskan di Perwal yang baru ya, benar ada pelonggaran yang diberikan. Oleh sebab itu ini sekaligus persiapan menuju new normal itu, ” tuturnya.

Ditambahkannya, pelonggaran bagi dunia usaha tetap disertai ketentuan penerapan protokol kesehatan tubuh Covid-19. Hal itu wajib dijalani, sehingga upaya menuju kenormalan perdana bisa berjalan maksimal hingga 14 Juni 2020 mendatang.

“Pasti kan nanti tetap ada evaluasi, saat ini kita pantau selama pemberlakuan perpanjangan PSBB ini sampai tanggal 14 Juni, ” tandasnya.

Pada Perwal Nomor 19 tersebut, pembukaan aktivitas operasional diberikan di dalam pelaku usaha, antara lain yang bergerak pada sektor;

1. Kesehatan

Antara lain rumah sakit, was-was, kesehatan masyarakat, klinik, apotek, unit transfusi daerah, toko obat, gardu bahan kimia, toko alat kesehatan tubuh, laboratorium,

optikal, jamu, dan tempat pelayanan paramedik veteriner.

2. Target pangan/makanan/minuman

Antara lain toko/usaha bahan pangan, restoran, rumah makan, dan warung makan.

3. Gaya

Antara lain stasiun pengisian bahan bakar ijmal, stasiun pengisian bahan bakar gas, dan pembangkit listrik;

4. Komunikasi dan teknologi informasi

Kurun lain media cetak, media elektronik, toko perangkat keras, toko perangkat lunak, internet, alat komunikasi, & kartu selular.

5. Keuangan

Antara lain Perbankan, pembiayaan & investasi, sistem

pembalasan, asuransi, anjungan tunai mandiri, serta pasar modal.

6. Logistik

Antara lain usaha angkutan tanah, angkutan barang, distribusi, pengurusan, pemindahan dan pos.

7. Perhotelan

Antara lain hotel, losmen, & penginapan.

8. Konstruksi

Kurun lain perencana konstruksi, pelaksana wujud dan pengawas konstruksi.

9. Industri strategis dan industri yang telah

memiliki izin operasional dan mobilitas

kegiatan industri

Antara lain industri baja, industri telekomunikasi, industri kimia, industri kertas, industri pupuk, industri semen dan industri pangan.

10. Pelayanan pokok dan utilitas publik yang ditetapkan sebagai objek vital nasional & objek tertentu.

11. Kebutuhan sehari-hari.

12. Non pangan

Antara lain gardu listrik, plastik, emas, benih, punca ternak, pupuk, pestisida, obat serta vaksin untuk ternak, serta pakan ternak.

13. Pergudangan yang mendukung sektor daya.

14. Perniagaan dan jasa yang mendukung zona usaha sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 12 antara lain.

(kha)