Inggris, AS, dan Kanada Tuduh Rusia Curi Penelitian Virus Corona

WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS), Inggris dan Kanada menuduh Rusia mendalangi peretasan habis-habisan yang bertujuan mencuri informasi daripada perusahaan farmasi dan institusi akademik terkait penelitian vaksin virus corona.

Dalam sebuah pernyataan bersama, pemerintah ketiga negara tersebut mengatakan operasi peretasan dimulai di dalam Februari dan sejak itu dikerjakan tanpa henti.

BACA SELALU: Dokumen Rahasia Rudal Nuklir AS Bocor, Hacker Rusia Dituding Bertanggungjawab

Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris mengeluarkan pernyataan yang dikoordinasikan dengan mitra-mitranya di AS dan Kanada pada Kamis (16/7/2020). Para pejabat ketiga negara mengidentifikasi kelompok peretas Rusia APT29, yang juga dijuluki Cozy Bear, berharta di balik peretasan itu.

“APT29 memiliki sejarah lama menarget organisasi pemerintah, diplomatik, penelitian, perawatan kesehatan dan energi buat mendapatkan data intelijen. Jadi, kami mendorong semua orang untuk menanggapi ancaman ini dengan serius & menerapkan mitigasi yang dikeluarkan pada pedoman, ” kata Anne Neuberger, direktur keamanan dunia maya dalam Badan Keamanan Nasional (NSA) GANDAR dalam sebuah pernyataan yang dilansir VOA .

BACA JUGA: Rusia Menahan Dua Anggota Intelijennya Terlibat Peretasan Yahoo

Juru kata Kremlin Dmitry Peskov menolak dakwaan peretasan tersebut.

“Kami tidak memiliki informasi tentang sapa yang bisa meretas perusahaan farmasi dan pusat penelitian di Inggris. Kami hanya bisa mengatakan kepala hal, Rusia tidak punya hubungannya dengan upaya-upaya itu. ”

(dka)

Loading…