Gubernur Banten Persilakan Objek Wisata Aktif Kembali Asal Terapkan Protokol Kesehatan tubuh

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mempersilakan pokok wisata dibuka kembali, dengan kondisi pengelola menjalankan protokol kesehatan ketat.

“Wisata boleh sibak pada wisata tertentu dengan rencana menggunakan mekanisme protokol kesehatan, ” kata Wahidin Halim kepada kuli di rumah dinasnya, Kota Serbu, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, adat kesehatan harus dilakukan dengan tetap oleh seluruh pelaku wisata, baik wisatawan, maupun pekerjanya.

“Tempat wisata ada kelonggaran. Akan tetapi, konsisten pakai masker, jaga senggang, ” ujarnya.

Sama dengan diketahui, protokol kesehatan ini selalu telah diatur dalam KMK Nomor HK. 01. 07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Wadah dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Prosedur standar bagi pengelola dengan harus ada seperti pengukuran guru tubuh, penyediaan tempat cuci tangan/hand sanitizer di berbagai tempat, dan pembersihan dengan disinfektan secara berkala.

Ketua Umum Perhimpunan Penyelenggara Perjalanan Wisata Indonesia (Asperwi) Hermawan mengajak kepada masyarakat untuk mengunjungi objek wisata Banten. Tetapi, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami menyampaikan kepada kelompok, bahwa objek wisata di Banten sudah aman dikunjungi dengan loyalitas protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, ” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya wisatawan yang datang ke Banten akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, restoran, hotel, penginapan, obejk wisata otomatis hendak merasakan dampaknya.

Baca Juga: New Normal, Negeri Minta Warga Saling Ingatkan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

“Iya membentuk empat bulan terakhir semua meninggalkan total. Restoran tutup, hotel tutup, objek wisata tutup, intinya pelaku wisata pun merasakan kesulitannya, ” kata dia.

Sama dengan diketahui, Provinsi Banten mempunyai destinasi lengkap mulai dari wisata religi seperti Banten Lam, alamnya bagaikan Taman Nasional Ujung Kulon, miring seperti Anyer hingga Tanjung Lesung dan yang lainnya.

Baca Juga: Ini Adat Kesehatan Pendakian Gunung Lawu, Wajib Bawa 2 Masker!

(erh)

Loading…