Dubes Palestina: AS di Periode Pemerintahan Trump quot; Kacauquot;

JAKARTA – Caraka Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dalam masa pemerintahan Presiden Donald Trump telah membuat banyak kesalahan terkait isu Palestina dan menyambut baik langkah-langkah yang diambil Washington dalam bawah administrasi Joe Biden.

Berbicara di wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia, Dubes Zuhair menyebut kebijakan diplomatik Amerika Serikat, terutama terkait Timur Tengah dan Palestina, sebagai sebuah ‘kekacauan’. Menurutnya, kekalahan Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun awut-awutan tidak lepas dari rumor ini.

BACA JUGA:   Special Dialogue: Wawancara Khusus Utusan Besar Palestina di Okezone. com

“Masa pemerintahan Trump sangat kacau, baik dalam kebijakan diplomatik dan isu bilateral, ” kata Dubes Zuhair.

“Trump banyak memproduksi kesalahan, memindahkan kedubes AS ke Yerusalem.

  Saat ini dia kehilangan kekuasaannya karena kebijaksanaan luar negeri khususnya apa yang dia lakukan terkait Timur Tengah dan rumor Palestina. “

Dia mengatakan bahwa Palestina mengapresiasi langkah yang telah diambil pemerintahan Presiden Joe Biden sejauh ini.

BACA JUGA:   Peta Konflik Israel-Palestina dan Peran Amerika Serikat dengan Dianggap Dominan

“Sekarang Joe Biden, sungguh ada tindakan dan keputusan, pernyataannya mengenai solusi dua negara yang kami sambut baik. Dia bahkan menodong pemimpin Israel menghentikan agresi (di Palestina), ” cakap Dubes Zuhair.

Tak bisa dipungkiri bahwa Amerika Serikat memiliki posisi yang besar dalam cara perdamaian antara Palestina & Israel. Negeri Paman Sam, yang merupakan sekutu dekat Israel, telah mendorong dilanjutkannya kembali pembicaraan damai jarang kedua belah pihak dengan telah lama terhenti.

Dubes Zuhair menyampaikan bahwa Palestina berharap Amerika Serikat, dan pemerintahan Joe Biden dapat memainkan peran dalam mewujudkan perdamaian kurun Israel dan Palestina.

“Kami berharap Amerika Serikat akan terus melanjutkan peran mereka untuk melahirkan perdamaian yang nyata. Perdamaian yang nyata dengan perut negara berdaulat yang menjamin hak-hak nasional palestina untuk membangun negara mereka tunggal dengan Yerusalem Timur jadi ibu kotanya, ” ujarnya.

(dka)