Danjen Kopassus: Lebih Baik Pulang Tanpa Nama daripada Kandas di Medan Laga

JAKARTA – Instruksi Pasukan Khusus ( Kopassus ) merayakan Hari Kembali Tahun (HUT) ke-69 hari ini, Jumat (16/4/2021), pada Markas Komando di Cijantung, Jakarta Timur.   Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hassan berpesan kepada para-para anggotanya untuk tetap taat kepada NKRI, pimpinan, pengikut, hingga anak buah. Dia juga menekankan agar tentara Kopassus dapat meningkatkan rasa rela berkorban demi kejayaan Indonesia.

“Bekerja dengan baik, hindari tindakan sekecil apapun yang bakal merusak nama baik TNI, TNI AD dan Kopassus. Pedomani Sapta Marga, ikrar prajurit, 8 wajib TNI dan janji prajurit komando di mana pun berkecukupan dan bertugas. Lebih cara pulang tanpa nama daripada gagal di medan pertarungan, ”  kata Hassan dalam Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat.

Perayaan kali tersebut digelar dengan suasana dengan lebih sederhana dan tanpa ada atraksi militer lantaran prajurit Korps Baret Abang. Mohamad Hassan menjelaskan, peristiwa itu dikarenakan Indonesia tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

Foto: Riezky Maulana

“Jadi dalam buram kegiatan Kopassus ini, kita tidak melaksanakan kegiatan kirab defile secara besar-besaran kaya biasa dan tidak ada demostrasi, ” ucapnya.

Baca juga:   Wejangan Prabowo Selamatkan Mengambil 2 Perwira Kopassus Dalam Operasi Mapenduma

Meski begitu, perayaan HUT ke-69 Kopassus tetap berjalan dengan penuh khidmat. Dirinya pun berharap, kesederhanaan itu tak mengurangi rasa kekhusyukan para prajurit dalam memperingatinya.

Hassan membaca, selama 69 tahun, Kopassus telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa Nusantara. Menurut dia, hal tersebut diperoleh dengan perjuangan & pengorbanan panjang dari para pendahulu.

Menangkap juga:   Maruf Amin: Kopassus Torehkan Tinta Aurum dalam Sejarah Warga

“Saat ini kita yang mengawaki Kopassus memiliki tanggung jawab untuk menerima nilai-nilai yang mereka sudah tinggalkan pada kita serta meneruskan perjuangan, mengangkat tanda baik Kopassus setinggi-tingginya, ” tuturnya.

Tantangan yang akan dihadapi di medan penugasan ke pendahuluan, sambung Hassan, tidaklah semakin mudah. Oleh karenanya, di menghadapi hal tersebut, dia menuntut para prajuritnya memajukan kemampuan.