BMKG Sebut Jabodetabek Akan Alami Buah La Nina Lebih Awal

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika (BMKG) memastikan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi (Jabodetabek) akan mengalami hasil fenomena La Nina lebih pembukaan dari wilayah lainnya.

La Nina merupakan wujud alam yang berpotensi menambah tumpah hujan hingga 40% dari sama normal lebih banyak di Negara. Baca Juga:   BNPB Waspadai Fenomena Gerakan Tanah dan Konsekuensi La Nina

Kabid Diseminasi Bahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, daerah yang akan mengalami musim hujan lebih awal yakni di beberapa wilayah Sumatera dan Sulawesi beserta sebagian kecil Jawa.

“Termasuk Jabodetabek, Kalimantan, NTB dan NTT, ” kata Hary saat dihubungi Okezone , Kamis (22/10/2020).

Hary mengingatkan, perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini pada wilayah yang diprediksi bakal mengalami musim hujan atas wajar (lebih basah dari normalnya) mengungkung Sumatera, Jawa yang termasuk Jabodetabek, dan sebagian kecil Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Baca Juga:     Begini Kesiapsiagaan Palang Merah Indonesia Hadapi Fenomena La Nina 

Ia menambahkan, BMKG memperkirakan puncak musim hujan pada fenomena La Nina akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2021. Sehingga, pemerintah dan masyarakat menetapkan mewaspadai wilayah yang rentan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor dan banjir bandang.

“Pemerintah dan masyarakat bisa lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, bak retensi, dan penyimpanan air keluaran lainnya melalui gerakan memanen tirta hujan, ” tandasnya.

(Ari)