Bekas Wakil Wali Kota Padang Panjang dan Istrinya Positif Covid-19, Ratusan Pasien Di-tracking

PADANG PANJANG – Sempat menjadi kawasan hijau, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat mengonfirmasi adanya kasus mutakhir covid-19. Dua pasien yang terkonfirmasi positif adalah mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang, yang juga berprofesi sebagai dokter, dan istrinya.

Juru Bicara Konglomerasi Covid-19, Ampera Salim mengonfirmasi kalau mantan Wakil Wali Kota Medan Panjang, Mawardi dan istrinya dinyatakan positif Covid-19. Pihak berwenang lekas melakukan pelacakan pada ratusan masyarakat dan pasien yang sempat mengabulkan kontak langsung dengan keduanya.

Mawardi merupakan mantan wakil Pemangku Kota Padang Panjang periode 2013 hingga 2018, dan saat itu membuka praktek sebagai dokter sendiri.

“Ya benar Padang Panjang hari Rabu tanggal 23 Juni 2020 ada tambahan Covid positif dua orang lagi. Beliau adalah seorang dokter yang pengerjaan di rumahnya dan beliau adalah Wali Kota Padang Panjang masa 2013-2018, ” kata Ampera.

“Kita saat ini sedang menelusuri dari mana awalnya beliau mendapat Covid positif karena siapa tahu beliau bersinggungan dengan pasien dengan datang ke rumahnya atau bisa juga beliau sering juga bermasyarakat, dan ini sedang kita telusuri dengan mengadakan tracing. ”

Menurut Ampera, awalnya orang Mawardi yang mengeluh sakit tenggorokan, dan menjalani rontgen dan ulangan swab kemudian dilakukan rontgen dan swab yang menunjukkan hasil meyakinkan Covid-19. Mawardi kemudian menjalani ulangan yang juga menunjukkan hasil pasti, meski dia tidak menunjukkan gejala. Keduanya kini menjalani isolasi pada RSUD Kota Padang Panjang.

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, Pemerintah Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Rata berkoordinasi untuk melakukan pelacakan relasi karena Dokter Mawardi diketahui mempunyai banyak pasien.

Sebelumnya Kota Padang Panjang memiliki 25 kasus covid-19 dan semuanya dinyatakan sembuh. Dengan dua kasus pertama ini, Padang Panjang yang awalnya sempat jadi zona hijau saat ini kembali menjadi zona merah covid-19.

(dka)

Loading…