Ajun Juliari Batubara Terima Rp40 Juta dari Sopir Simpulan Korupsi Bansos

JAKARTA – Jaksa Penuntut Ijmal (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sopir tersangka Matheus Joko Santoso, Sanjaya dalam sidang tentang dugaan suap terkait logistik Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19. Sanjaya menyungguhkan untuk terdakwa Harry Van Sidabukke.

(Baca juga: Era Sintong ‘Disemprot’ Benny Murdani soal Senjata Operasi Woyla )

Dalam persidangan, Sanjaya mengaku pernah diperintah sebab bosnya yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos, Matheus Joko Santoso, membawa uang sebesar Rp40 juta untuk Eko Budi Santoso selaku Ajudan Mantan Gajah Sosial (Mensos) Juliari Batubara. Sanjaya mentransfer Rp40 juta untuk Eko Budi Santoso menggunakan rekening Matheus Joko.

“Bapak (Matheus Joko) pernah suruh kami buat transfer dari rekeningnya bapak sendiri ke rekeningnya ajudan Pak menteri, kalau engga salah Eko Sifat Santoso. Iya pak (jumlahnya Rp40 juta), ” membuka Sanjaya di ruang sesi Pengadilan Tipikor, Jakarta Sentral, Senin (29/3/2021).

(Baca juga: Juliari Batubara Akui Serahkan SGD50 Ribu ke Kepala DPC PDIP Kendal )

Jaksa Nur Azis curiga ATM milik Matheus Joko mampu dipegang oleh Sanjaya. Sanjaya menjelaskan bahwa Matheus Joko sendiri yang meminta dirinya untuk mentransfer Rp40 juta menggunakan atm bosnya tersebut untuk Ajudan Juliari Batubara tersebut.

“Bapak sendiri yang suruh beta pak, buat transfer, ” ucapnya.

Sayangnya, jaksa tak mengonfirmasi bertambah lanjut terkait kepentingan barang apa uang Rp40 juta itu ditransfer oleh Matheus Joko kepada Eko Budi Santoso. Namun, dalam persidangan kesempatan ini, Sanjaya mengungkap bahwa Matheus Joko kerap menerima pesanan uang dari berbagai pihak, yang salah satunya daripada Harry Van Sidabukke.

Sekadar informasi, Presiden Direktur PT Tiga Dasar Agro, Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum, Ardian Iskandar Maddanatja didakwa mencekoki mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara senilai Rp3, 2 miliar. Suap itu disebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) untuk pengerjaan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.