430 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta pada Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat hingga H-2 Lebaran sudah ada 430. 993 kendaraan yang membiarkan DKI Jakarta melalui arah timur, barat, dan selatan di pusat pandemi virus corona (Covid-19).

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru menyebut angka tersebut menghunjam 61% dibandingkan arus lalu lintas (lalin) di periode Lebaran 2019.

“Untuk distribusi morat-marit lintas di ketiga arah adalah sebesar 39% dari arah Timur, 34% dari Barat, dan 27% dari Selatan, ” kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Heru menjelaskan, lalu lintas meninggalkan Jakarta dari arah timur merupakan jasa lalin dari dua Gerbang Pungutan (GT) pengganti GT Cikarang Sari, yaitu GT Cikampek Utama buat pengguna jalan menuju Jalan Pungutan Trans Jawa dan GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi dengan rincian distribusi lalin.

GT Cikampek Utama satu, dengan jumlah 96. 693 organ, turun sebesar 80% dari Lebaran tahun 2019. GT Kalihurip Sari 1, dengan jumlah 72. 856 kendaraan, turun sebesar 61% sejak Lebaran tahun 2019.

“Total kendaraan yang berjalan menuju arah Timur adalah sebesar 169. 549 kendaraan, turun sebesar 75% dari Lebaran tahun 2019, ” ujar Heru.

Lalu, Jasa Marga pula mencatat jumlah kendaraan yang mengalpakan Jakarta dari arah Barat melalaikan GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang sebesar 146. 276 kendaraan, turun sebesar 43% dari Lebaran tarikh 2019.

Selanjutnya, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan atau lokal melalui GT Ciawi Jalan Pungutan Jagorawi adalah sebesar 115. 168 kendaraan, turun sebesar 31% sebab Lebaran tahun 2019.

Jasa Marga mengimbau pemakai jalan tol berpartisipasi aktif di mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik pada Lebaran 2020.

Baca Juga: Hingga H-1 Lebaran, 72 Ribu Kendaraan Hendak Mendalam Jabar Diminta Putar Balik

Selain itu batasi perjalanan dan bangun jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.

(erh)