Camat Surati Anggota Dewan Tembok Rumah Tahfiz karena Berisik, Siap-Siap Dibongkar Paksa!

MAKASSAR – Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale, Bripka Muh Rais mengatakan, dirinya sudah menginfokan kasus oknum anggota DPRD Pangkep menembok akses rumah tahfiz Alquran , kepada Camat Panakkukang. Pengaduan itu langsung direspons dengan mengunjungi TKP dan menyurati anggota dewan tersebut.

Muh Rais mengatakan, Camat Panakkukang Thahir Rasyid bakal menyurati Anggota DPRD bernama Amiruddin terkait kasus ini. Jika tiga kali tak diindahkan, maka Satpol PP akan melakukan pembongkaran paksa.  

“Camat sudah meninjau langsung ke TKP dan akan menyurati ke warga, 3 kali, kalau tidak direspons kemungkinan Satpol PP bongkar paksa, ” ujar Muh Rais, Jumat 23 Juli 2021.

Baca juga:   Akses Rumah Tahfiz Alquran Ditembok Anggota Dewan, Sempat Mediasi Namun Gagal

Masalah ini mencuat setelah Amiruddin menembok akses masuk rumah tahfiz Alquran dan rumah warga di Jalan Ance Daeng Ngoyo Lorong Dua, Kecamatan Panakkukang.

Penyebabnya karena Amiruddin yang rumahnya berdekatan dengan rumah tahfiz tersebut meresa ternganggu dengan suara bising anak-anak mengaji.

“Katanya menganggau, kalau ada mengaji ribut. Ini memang fasum, katanya ribut anak-anak tahfiz, mengaji ribut, ” ujar Ketua RW 05 Aziz, Jumat.

Baca juga:   Terungkap Sosok Suami dan Pelakor yang Viral Digerebek Istrinya

sebelum dilakukan penutupan, ketua RW dan RT setempat sudah beberapa kali melakukan pertemuan antarwarga yang bertikai. Namun ujung-ujungnya penutupan dilakukan sepihak.

Aziz mengatakan, pagar tembok tersebut sangat melanggar aturan. Selain menutup akses masuk rumah warga dan rumah bagi anak-anak tahfiz Alquran, di lokasi ini juga merupakan fasilitas umum jalan milik Pemerintah Kota Makassar.

(qlh)

Rektor IIQ Meninggal Dunia, Ketua Fatwa MUI: Beliau Tutor Saya

JAKARTA berantakan Kabar duka kembali dirasakan dan datang oleh klub Indonesia. Rektor Institut Menuntut Al-Quran (IIQ) Jakarta serta juga pakar ilmu fiqih, Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo dikabarkan menutup usia hari ini (23/7/2021).

Kabar duka tersebut disampaikan intelektual muda NU, Nadirsyah Hosen meniti twitter @na_drs.

“Kabar duka: Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo meninggal dlm usia 74 th karena Covid. Rektor Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta dan pakar fiqh perbandingan mazhab, perempuan Indonesia pertama yang mendapat gelar ahli dari Univ al-Azhar Cairo. Lahal Fatihah, ” kata pendahuluan pria yang akrab disapa Gus Nadirsyah itu.

Baca Juga:   Rektor IIQ Meninggal Dunia karena Covid-19

Soal kabar wafatnya Huzaemah juga dibenarkan Ketua Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh, yang mengaku kehilangan sosok ulama fiqih perempuan yang cukup dihormati karena jasa-jasanya.

“Saya sangat kehilangan. Beliau guru saya, pembimbing thesis dan disertasi saya. Wujud pimpinan di Komisi masukan MUI, ” ucapnya.

“Kami sedang menyiasati agar almarhumah Bisa dimakamkan di pemakaman UIN tentu tetap dengan protokol Covid-19, ” tambah pria yang juga Dosen UIN Jakarta itu.

(aky)

Obor Masih Menyala, Petugas Pengganggu Tembus Akses ke Pemukiman Padat Penduduk Tambora

JAKARTA – Petugas pemadam kebakaran mengalami kendala akses menuju lokasi kebakaran sebab jalanan yang sempit pada kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat.

Kasie Ops Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Eko Sumarno mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berjibaku memadamkan sinar.

“Jalan sempit dan rumah dengan sangat rapat, ” kata Eko saat dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021).

Mengaji juga:   Kebakaran Melanda Pemukiman Padat Penduduk pada Tambora

Tempat belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran di medan pemukiman penduduk itu. Pemadam, lanjut dia, masih berjibaku menjinakkan si jago abang.

“Masih berlangsung proses pendinginan, ” tuturnya.

Baca pula:   Korsleting Listrik had Puntung Rokok Sebabkan 281 Kasus Kebakaran di Jakbar

Sebelumnya, sebesar 17 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 85 personel diterjunkan guna menyurutkan api di lokasi.

Kebakaran dilaporkan berlangsung sekira pukul 04. 55 WIB.

(fkh)

Kejadian 21 Juli: Dimulainya Serbuan Militer Belanda

JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejerah terjadi di 21 Juli baik dalam maupun luar negeri. Antara lain Agresi Militer Belanda I, terbentuknya Vietnam Utara serta Vietnam Selatan hingga kemunculan komedian Dorce Gamalama.

Berikut ikhtisar peristiwa 21 Juli sama dengan dikutip Okezone dari Wikipedia:

Dimulainya Serbuan Militer Belanda I

Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer yang dilakukan Belanda di Pulau Jawa & Sumatera yang dimulai di 21 Juli hingga 5 Agustus 1947.

Operasi ini menegaskan bahwa hasil perundingan Linggarjati dengan dilakukan pada 25 Maret 1947 sudah tidak sahih lagi. Belanda kala tersebut mulai mengangkat senjata ke sejumlah daerah di Nusantara.

Tujuan pati Agresi Militer Belanda I tak lain untuk menawan daerah perkebunan dan sumber daya alam (SDA) dengan melimpah di bumi Nusantara. Belanda menyebut tindakan tersebut sebagai aksi polisionil serta menyatakannya sebagai urusan dalam negeri untuk mengelabui negeri internasional.

Jumlah tentara yang dikerahkan buat melancarkan agresi ini menyentuh lebih dari 100. 000 orang dengan dilengkapi media utama sistem senjata (alutsista) yang canggih. Indonesia memandang tindakan ini sebagai pengingkaran dari perundingan Linggarjati.

Konvensi Jenewa

Kaidah atau perjanjian Jenewa pada 21 Juli 1954 membelah Vietnam menjadi dua zona; Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Konvensi itu digelar setelah terjadinya perang Indocina antara Vietnam Selatan yang didukung Prancis dengan Vietnam Utara yang bakcup oleh China dan Uni Soviet.

Bendungan Aswan Selesai

Pada 21 Juli 1970, bendungan di Praja Aswan, Mesir selesai dibangun. Pembangunan bendungan Sungai Nil itu membutuhkan waktu 11 tahun. Bendungan Aswan dibangun untuk membendung banjir akibat meluapnya Sungai Nil dengan kerap terjadi tiap tarikh.

Seorang Penggali Kubur Tewas Digorok Keponakannya Sendiri

MEDAN – Warga di lingkungan 11 Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan Tanah air Medan mendadak gempar akibat pembunuhan sadis seorang anak buah kepada pamannya sendiri.

Adalah Tatang Suhendar (70) seorang penggali kubur tewas mengenaskan dengan digorok oleh keponakan sendiri, Khairudin Siregar (40), Senin (19/7/2021) petang, kakek itu diserang membabibuta oleh ponakannya saat akan menggali kubur dalam belakang rumahnya.

Diketahui, pelaku yang juga ialah tetangga korban mengalami provokasi mental, tiba-tiba menganiaya secara sebilah parang hingga target tewas dengan luka gorokan di bagian leher dan perut sebelah kanan.

Menurut keterangan awak sekitar, kejadian bermula masa korban akan melihat lahan kuburan di belakang rumahnya pukul 5 sore, pelaku yang telah berada pada kawasan perkuburan langsung memermak korban dengan parang dan melempar korban ke suatu sumur yang tak jauh dari lokasi penganiayaan.

Melihat kejadian itu sejumlah warga langsung menangkap dan memukul pelaku tenggat babak belur.

Baca Juga:   Foto Jamaah Haji Baru Indonesia Tahun 1950, Bersiap Naik Kapal di Pelabuhan

Rizal, anak korban mengaku bahwa tidak ada permasalahan kurun pelaku dan ayahnya. “Tidak ada masalah, cuma memang ada gangguan sedikit dengan pelaku, tapi biasanya tidak apa-apa, tapi mungkin betul hari ini lagi terbang gejalanya sehingga berlaku sejenis, karena dari informasi awak yang menyaksikan, saat pelaku datang langsung saja menghantam dengan senjata tajam, ” bebernya.

Aparat Polsek Medan Labuhan yang tiba di lokasi peristiwa langsung membawa jenazah objek ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsy, sementara itu pelaku yang ronde belur masih dirawat dirumah sakit terdekat.

(aky)

Haji di Arab Saudi Dikawal Tawakkalna, Apa Itu?

JAKARTA – Arab Saudi mengeluarkan kebijakan agar setiap warganya menggunakan aplikasi Covid-19, Tawakkalna. Aplikasi ini diluncurkan pemerintah Arab Saudi dengan berafiliasi dengan Saudi Keterangan and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) pada bulan Mei 2020.

Tawakkalna memberikan berbagai layanan terpaut Covid-19 bisa ditemukan disini, mulai dari tes, vaksinasi, hingga izin haji. Belum lama pemerintah Arab Saudi pula telah meluncurkan versi segar Tawakkalna yang mencakup beberapa layanan khusus seperti tiket transportasi antar Tempat Suci di Makkah, SOS darurat dan memperbarui nomor telepon.

BACA JUGA: Kisah Bung Karno dan Es Krim Ny. Oei Tjoe Tat

Selain itu, praktik ini dapat menunjukkan jadwal pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan si pengguna. Negeri Arab Saudi berharap pelaksanaan Tawakkalna dapat membantu umum dengan memudahkan akses ke berbagai layanan publik.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali pula mengatakan aplikasi Tawakkalna tersebut membantu pemerintah Arab Saudi di tengah kondisi pandemic Covid-19 saat ini.

BACA JUGA:   Siapa Saja WNI dengan Naik Haji Tahun Ini?

“Diperketat secara aplikasi yang disebut Tawakkalna. Jadi setiap orang kudu memiliki aplikasi Tawakkalna karena adalah mendeteksi dini bagaimana kondisi seseorang, ” jelas Endang saat menjelaskan perihal di Arab Saudi di dalam Special Dialogue bersama Okezone .

Selain itu, Arab Saudi juga melakukan pengetatan pemeriksaan. Pos pemeriksaan sudah didirikan di luar tanah air Makkah untuk memastikan hanya jamaah haji yang membawa izin yang sesuai yang boleh lewat.

Tim SAR Temukan Seorang Budak Meninggal di Kolam Petunjuk Galian

BINTAN semrawut Tim SAR gabungan menjumpai seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, Fahsudin Muhti meninggal dunia yang masuk di kolam bekas galian pasir di Desa Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Pelaksana Harian Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Miswadi di Bintan, Sabtu (17/7/2021) menyampaikan jasad objek ditemukan hari ini kira-kira pukul 17. 50 WIB.  

BACA JUGA:   Banjir Dahsyat di Jerman & Belgia Tewaskan Setidaknya 170 Orang

“Korban sudah dievakuasi ke RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang. Selanjutnya diserahkan kepada bagian keluarga untuk dikebumikan, ” kata Miswadi.

Miswadi menjelaskan kronologis tenggelamnya bocah malang ini bermula ketika korban bersama teman-temannya sedang bermain bola pada kolam bekas galian ramal itu, sekitar pukul 14. 30 WIB.

Tiba-tiba bola tersebut menyelap ke dalam kolam, langsung korban berupaya mengambilnya. Target diduga tenggelam ketika menghunjam ke dalam kolam itu.

BACA SERUPA:   Dinilai Cacat Jalankan Tugas, Camat Kei Kecil Jadi Sasaran Amuk Warganya Sendiri

Lanjutnya informasi kejadian ini diterima pihaknya dari seorang warga setempat Nurhadi sekitar memukul 16. 15 WIB.

Setelah itu, sejumlah personel SAR Tanjungpinang langsung turun ke lokasi kejadian untuk mencari keberadaan target.

Operasi status membahayakan nyawa manusia itu melibatkan unsur gabungan laksana Kantor SAR Tanjungpinang, Polri, TNI, BPBD, Tagana, dan masyarakat setempat.

(dka)

Orang tengah Penjual Gadis ABG Jaksel Diduga Anggota Sindikat

JAKARTA – Seorang cukup umur perempuan 15 tahun menjelma korban prostitusi online usai dijual lewat aplikasi MiChat oleh seorang muncikari. Meski telah menyimpan satu orang, Kepala Dasar Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar menduga ada jaringan sindikasi di balik kasus tersebut.  

“Masih berkemungkinan melibatkan satu sindikasi. Ada orang yang bertugas untuk menangkap atau mencari, kemudian ada yang ditugaskan untuk menampung, kemudian ada yang ditugaskan untuk menyalurkan atau menganjurkan jasa secara sexual, ” ucap Akbar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (16/7/2021).  

Baca juga:   Gadis ABG Jaksel Suram Sejak Juni, Ternyata Dijual Muncikari Via Aplikasi Online

Dugaan tersebut atas dasar penangkapan satu muncikari berinisial AWR (20). Diduga korban dan simpulan tidak saling kenal. Petugas pun mencurigai adanya pihak perantara antara korban & AWR.  

Akbar menyebut korban anak di bawah umur terperangkap dalam prostitusi online sudah memutuskan pergi dari panti pada Juni 2021. Zaman itu korban ditengarai pantas ada masalah dengan keluarganya.  

“Korban tadi ada masalah di dalam lingkungan rumah, kemudian melarikan diri sehingga dia bertemu dengan orang yang kita taksir sebagai penyambung tersebut. Kemudian dipertemukan dengan tersangka itu, ” ungkapnya.    

Baca juga:   Muncikari Ditangkap era Jajakan 6 Wanita ke Pria “Hidung Belang” di Merak

Semasa menjadi korban prostitusi online, korban ditampung di perut apartemen di wilayah Kalibata dan Jagakarsa Jakarta Daksina. Lewat aplikasi MiChat, tersangka menawarkan korban dengan makna berkisar Rp500 ribu mematok Rp 1 juta.    

“Kita mendeteksi dari awal Juni berjalan. Kalau dari buatan pendalaman kita setidaknya ada tiga sampai empat kala eksploitasi seksual terjadi, ” terangnya.  

14 Pekerja Konstruksi Terjebak Banjir di Dalam Terowongan

TIM pencari, pada keadaan Kamis 15 Juli 2021, terus berusaha keras menyelamatkan 14 pekerja konstruksi dengan terperangkap oleh banjir dalam sebuah terowongan yang sedang dibangun di China Selatan.

Pasal banjir yang terjadi pada pukul 03. 30 masa setempat di kota Zhuhai itu sedang dalam penyelidikan. Hal tersebut disampaikan departemen penanggulangan bencana kota tersebut dalam sebuah postingan.

Saat ini, sebuah was-was komando penyelamatan telah dibangun, dan tim-tim penyelamat dikerahkan dari beberapa lembaga kota itu.

Buat diketahui, Zhuhai adalah suatu kota pesisir di Daerah Guangdong di dekat Makau, di mulut Delta Kali Mutiara.

Kota ini termasuk salah kepala di antara zona ekonomi khusus awal yang ditetapkan China, sewaktu Partai Komunis mulai membuka ekonomi negara itu sekitar 40 tarikh silam.

Mengucapkan Juga:   Korsel Hadapi Lonjakan Kasus Pertama Covid-19 di Tengah Pembatasan Ketat

(aky)

Dilarang Masuki Masjidil Haram Minus Izin Selama Musim Haji, Pelanggar Didenda Rp38 Juta

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi menerapkan sanksi berat bagi siapapun yang mencoba memasuki Masjidil Suci dan daerah sekitarnya, serta tempat-tempat suci (Mina, Muzdalifa, dan Arafat) tanpa izin. Langkah ini merupakan periode dari upaya pengamanan ibadah Haji 2021 yang mau dimulai pekan ini.

Pemerintah Arab Saudi akan menjatuhkan denda sejumlah 10. 000 riyal Saudi atau sekira Rp38 juta bagi para pelanggar hukum yang akan berlaku tenggat akhir musim haji, 13 Dzulhijah 1442 H (23 Juli 2021) itu.

BACA JUGA:   Arab Saudi Setujui Rencana Keamanan Musim Haji 2021 

Hukuman dan denda bahkan bisa ditambah dan dilipatkgandakan masa pelanggaran tersebut diulangi.

Arab Saudi telah mengumumkan sebanyak langka pengamanan untuk menyukseskan ibadah haji 2021 pada konferensi pers yang disampaikan oleh polisi wanita Arab Saudi, Rabu (14/7/2021).

BACA JUGA:   Arab Saudi Telah Jadi Menerima Kedatangan Jamaah Haji 2021 

Kerajaan itu akan menggelar ibadah haji bagi 60. 000 jamaah dari dalam jati, jumlah yang dibatasi sebab pandemi Covid-19. Ibadah haji tahun ini akan digelar dengan prosedur pengamanan yang ketat untuk mencegah penyaluran virus corona.

(dka)